Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Tanaman Industri > PENGARUH SISTEM PENANAMAN TERHADAP PRODUKSI BENIH G0, G1, DAN G2 BEBERAPA VARIETAS TEBU UNGGUL HASIL KULTUR JARINGAN

 

Full Text PDF (5,518 kb)
Jurnal Penelitian Tanaman Industri
Vol 20, No 3 (2014): September 2014
PENGARUH SISTEM PENANAMAN TERHADAP PRODUKSI BENIH G0, G1, DAN G2 BEBERAPA VARIETAS TEBU UNGGUL HASIL KULTUR JARINGAN
SUKMADJAJA, DEDEN ( Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jalan Tentara Pelajar No. 3A, Bogor 16111)
SYAKIR, MUHAMMAD ( Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Jalan Tentara Pelajar No. 1, Bogor, 16111)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
03 Sep 2014
 
ABSTRAKPenyediaan benih tebu berdaya hasil tinggi memegang perananpenting  dalam  mendukung  pencapaian  program  swasembada  gula.Produksi benih tebu melalui teknologi kultur jaringan merupakan salahsatu alternatif untuk menyediakan benih bermutu secara masal denganwaktu yang cepat. Salah satu bagian penting dalam program produksibenih tebu adalah penanganan benih hasil kultur in vitro menjadi benihproduksi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metodepenanaman benih primer (G0), sekunder (G1), dan komersial (G2) daribeberapa varietas tebu hasil kultur in vitro. Penelitian dilakukan di tigalokasi, yaitu Kebun Percobaan Cibinong-Bogor, Ngemplak-Pati, danKlari-Karawang. Percobaan terdiri atas tiga kegiatan: (1) pengaruh mediatumbuh terhadap pertumbuhan plantlet, (2) pengaruh jarak tanam terhadapproduksi benih G1, dan (3) pengaruh jarak tanam terhadap produksi benihG2. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok,dengan perlakuan pada percobaan pertama adalah media dan tempataklimatisasi, pada percobaan kedua dan ketiga berupa jarak tanam danvarietas. Parameter pengamatan meliputi persentase tumbuh, jumlahbatang per rumpun, jumlah buku, diameter batang, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan polibag dan pot tray merupakan cara terbaik untuk aklimatisasi tebu. Jarak tanam terbaik benihG0 dan G1 varietas PS864 dan SS-57 di KP Cibinong adalah 60 cm × 40cm yang dapat memproduksi budset G1 masing-masing 1,72 dan 1,93 jutaper ha dan benih G2 masing-masing 0,9 dan 1,01 juta per ha. Produksibudset G2 PS864 di Klari pada jarak tanam yang sama menghasilkan 1,94juta per ha, sedangkan produksi budset G2 varietas PS881 dan KidangKencana di KP Ngemplak masing-masing mencapai 2,02 dan 2,18 juta perha. Sementara itu, produksi terbanyak benih G2 varietas Bulu Lawang danPS862 di KP Ngemplak dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 100 cm ×20 cm masing-masing sebanyak 2,44 dan 1,41 juta per ha. Produktivitasbenih tebu hasil kultur jaringan dipengaruhi oleh jarak tanam, lokasipenanaman, dan varietas tanaman.Kata kunci: tebu, benih unggul, kultur jaringan, jarak tanam, benih G0,G1, G2 
Copyrights © 2014