Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Buletin Iptek Tanaman Pangan > Patosistem, Strategi, dan Komponen Teknologi Pengendalian Tungro pada Tanaman Padi

 

Full Text PDF (120 kb)
Buletin Iptek Tanaman Pangan
Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009
Patosistem, Strategi, dan Komponen Teknologi Pengendalian Tungro pada Tanaman Padi
Muhsin, Muhammad ( Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor)
Widiarta, I Nyoman ( Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
30 Dec 2009
 
Tungro merupakan penyakit padi yang kompleks ditinjau dari segi virus penyebabnya, hubungan virus-vektor-inang, maupun timbul atau kejadian penularan di lapang. Penyakit ini merupakan hasil interaksi virus batang tungro padi (VBTP) dan virus sferikal tungro padi (VSTP). Sinergi kedua virus itu menghasilkan gejala penyakit tungro yang lebih parah jika dibandingkan dengan infeksi tunggal VBTP yang menginduksi gejala tungro yang lebih ringan atau infeksi VSTP yang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman inangnya. Penularan VBTP dan VSTP oleh wereng hijau, Nephotettix virescens, dengan cara yang semi-persisten memberikan indikasi bahwa keberadaan kedua virus itu hanya menempel pada kutikula dari alat mulut vektornya. Virus-virus tersebut bersifat eksternal dan nonsirkulatif. Interaksi kedua jenis virus berlanjut dalam bentuk bantuan penularan vektor oleh VSTP untuk VBTP, karena VBTP sendiri tidak dapat secara langsung ditularkan oleh vektor. Berdasarkan pemahaman patosistem, dinamika populasi wereng hijau dan epidemiologi dapat disusun strategi pengendalian meliputi: (1) menghindari infeksi berdasarkan periode peka tanaman padi, (2) eliminasi peran virus helper, dan (3) menekan pemencaran vektor untuk menekan penyebaran virus. Beberapa teknik pengendalian selain penggunaan varietas tahan virus juga telah dikembangkan, di beberapa daerah telah berhasil diimplementasikan, seperti waktu tanam serempak, tanam sebelum puncak populasi vektor yang dapat dibaca berkaitan dengan puncak curah hujan, dan pergiliran tanam beberapa tipe varietas tahan vektor. Pengembangan teknik pengendalian ke depan perlu lebih memperhatikan dinamika populasi strain virus dan biotipe vektor tungro.
Copyrights © 2009