Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Tanaman Industri > PENGARUH PERLAKUAN AIR PANAS TERHADAP PERTUMBUHAN APEKS TEBU

 

Full Text PDF (22,391 kb)
Jurnal Penelitian Tanaman Industri
Vol 20, No 4 (2014): Desember 2014
PENGARUH PERLAKUAN AIR PANAS TERHADAP PERTUMBUHAN APEKS TEBU
DEWI LIMA WATI, RARA PUSPITA ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680)
SUKMADJAJA, DEDEN ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jalan Tentara Pelajar No. 3A, Bogor 16111)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
15 Nov 2015
 
ABSTRAKKultur apeks merupakan salah satu metode alternatif yang dapatdiaplikasikan untuk eliminasi virus. Penguasaan sistem regenerasi apekspasca-perlakuan air panas (Hot Water Treatment/HWT) perlu dilakukansebelum aplikasi teknik eliminasi virus. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh suhu dan menentukan perlakuan air panas yangoptimal  untuk  pertumbuhan  apeks  tebu.  Penelitian  dilakukan  diLaboratorium Kultur Jaringan, Kelompok Peneliti Biologi Sel danJaringan,  Balai  Penelitian  dan  Pengembangan  Bioteknologi  danSumberdaya Genetik Pertanian, Bogor pada Februari sampai Desember2013. Bahan tanaman yang digunakan adalah tebu PS864. Terdapat tigatahap percobaan. Rancangan percobaan pada ketiga tahapan tersebutadalah Rancangan Acak Lengkap. Percobaan pertama adalah HWT secaralangsung terhadap apeks. Percobaan kedua adalah HWT secara tidaklangsung tanpa saringan. Percobaan ketiga adalah HWT secara tidaklangsung dengan saringan. Taraf suhu yang diuji, yaitu 25, 30, 40, 50, dan60°C. Apeks hasil perlakuan tersebut ditanam pada media MS denganpenambahan BA 0,3 ppm. Peubah yang diamati meliputi daya hidup dantumbuh, pembentukan kalus dan akar, serta jumlah tunas. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa apeks mampu bertahan hidup (96%) dan tumbuh (3tunas/eksplan) hingga perlakuan suhu 40°C pada metode pertama. Padametode kedua, eksplan mampu bertahan hidup dan tumbuh hinggaperlakuan suhu 50°C (26,7%, 2 tunas/eksplan). Pada metode ketiga, apekstebu juga dapat tumbuh hingga perlakuan suhu 50°C (25%). Metode ketigamampu  mengurangi  pengaruh  thermo-shock  yang  ditandai  denganmeningkatnya jumlah tunas/eksplan (4 tunas/eksplan). HWT secara tidaklangsung pada suhu 50°C dengan saringan merupakan metode yang palingoptimal untuk mempertahankan kemampuan regenerasi apeks.Kata kunci: Tebu ( L.), kultur apeks, perlakuan airpanasABSTRACTThe regeneration system of apex after hot water treatment (HWT) isneeded before applying the virus elimination technique. The objective ofHWT method for growing sugar cane apexes. The experiments wereconducted in Tissue Culture Laboratory, Plant Cell Tissue Biology Group,Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic ResourcesResearch and Development on February−December 2013. The plantmaterial was sugar cane PS864. There were three experiments. TheCompletely Randomized Design was used in these experiments. Firstexperiment was direct HWT method to the apexes. Second experiment wastemperature were tested (25, 30, 40, 50, and 60°C). After the HWTtreatment, apexes were grown on MS medium with the addition of 0,3 ppmBA. The observed variables were survival rate, growth rate, callusformation, root formation and shoot number. The results showed thatapexes could survive (96%) and regrew (3 shoots/explants) after HWT upand regrew after HWT up to 50°C (26.7%; 2 shoots/explants). In the thirdmethod, apexes also could grow after HWT up to 50°C (25%) and couldreduce  thermo-shock  by  increasing  the  number  shoot/explant  (4optimal method for maintaining regeneration capacity of sugar caneapexes.Keywords:  Sugar cane ( L.), apex culture, hotwater treatment
Copyrights © 2015