Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > JURNAL PENELITIAN > The Living Qur’an: Potret Budaya Tahfidz al-Qur’an di Nusantara

 

JURNAL PENELITIAN
Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
The Living Qur’an: Potret Budaya Tahfidz al-Qur’an di Nusantara
Article Info   ABSTRACT
Published date:
27 Mar 2016
 
The Living Qur’an : Nusantara Qur’an tahfidz culture portrait. The study of the living Qur’an is the study of a variety of social events related to the presence of the Quran or the existence of the Qur’an in certain a Moslem community. Based on it, it will seem the social response (reality) of the Moslem community to make a living and turn on the Quran through a continuous interaction. The living Quran actually originated from the Quran phenomena in everyday life, that is, the meaning and function of the Qur’an that real are understood and experienced by the Moslem community. Among the living Qur’an found on the archipelagos Moslem community is culturally or memorize (tahfidz) of the Quran. This tradition is one of the many phenomenon of Moslem in turn or present the Quran in everyday life by means of read through it entirely. This tradition is widespread in some Indonesian Islamic community, especially among the students of boarding school (santri), as a result it form an entity of local culture. Keywords: Living Quran, tahfidz, Quran, socio-cultural, and boarding school.  AbstrakStudi living Qur’an merupakan kajian atau penelitian ilmiah tentang berbagai peristiwa sosial terkait dengan kehadiran al-Qur’an atau keberadaan al-Quran di sebuah komunitas muslim tertentu. Dari sana pula akan terlihat respons sosial (realitas) komunitas muslim untuk membuat hidup dan menghidup-hidupkan al-Qur’an melalui sebuah interaksi yang berkesinambungan. Living Quran sebenarnya bermula dari fenomena Quran in everyday life, yakni makna dan fungsi al-Quran yang riil dipahami dan dialami masyarakat muslim. Berbeda dengan studi al-Quran yang objek kajiannya berupa tekstualitas al-Quran maka studi living Quran memfokuskan objek kajiannya berupa fenomena lapangan yang dijumpai pada komunitas muslim tertentu. Di antara living Qur’an yang terdapat pada komunitas muslim nusantara adalah budaya atau menghafal (tahfidz) al-Qur’an. Tradisi ini merupakan salah satu dari sekian banyak fenomena umat Islam dalam menghidupkan atau menghadirkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mengkhatamkannya, yang bisa ditemukan di lembaga-lembaga keagaman seperti pondok pesantren, majlis-majlis ta’lim dan sebagainya. Tradisi ini oleh sebagian umat Islam Indonesia telah begitu membudaya bahkan berkembang terutama dikalangan santri, sehingga tradisi ini telah membentuk suatu entitas budaya setempat. Kata kunci: Living Qur’an, tahfidz al-Qur’an, sosial-budaya, dan pesantren.  
Copyrights © 2016