Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > EDUKASIA > “SEKOLAH JALANAN” POTRET PENDIDIKAN KOMUNITAS PALL PUNK KUDUS

 

EDUKASIA
Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
“SEKOLAH JALANAN” POTRET PENDIDIKAN KOMUNITAS PALL PUNK KUDUS
Article Info   ABSTRACT
Published date:
27 Mar 2016
 
Persepsi orang terhadap pendidikan sangat beragam. “Sekolah Jalanan”  menjadi jargon dari komunitas Pall Punk terhadap pendidikannya.  Jargon  “Sekolah Jalanan” yang diucapkan para anggota komunitas Pall Punk menunjukkan bahwa pada dasarnya komunitas Pall Punk membutuhkan pendidikan seperti masyarakat pada umumnya. Penelitian ini berusaha menyingkap lebih jauh pandangan komunitas Pall Punk terhadap pendidikan, khusunya terhadap jargon “sekolah jalanan”. Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari kajian ini adalah potret pendidikan jalanan ala Pall punk.  Hal ini ditandai dengan adanya beberapa anggota Pall Punk dalam memenuhi kebutuhan -pendidikan- melalui sebuah institusi. Disisi lain tidak sedikit anggota Pall Punk tidak sekolah, karena implikasi dari jargon “sekolah jalanan”. Sedangkan  polarisasi yang terjadi bukanlah suatu kontradiksi melainkan -dalam pandangan mereka adalah-kebebasan berekspresi dan memilih, dan hal itu menjadi hak bagi setiap anggota yang bergabung dalam komunitas. Hal itu tidak menjadikan anggota punk yang sekolah –di lembaga- berani keluar dari komunitasnya.kata kunci : Pendidikan, Jalanan, Pall Punk.“SEKOLAH JALANAN” EDUCATION IN PALL PUNK COMMUNITY OF  KUDUS. The  perception  of people towards education  is very diverse. «Sekolah Jalanan” becomes jargon of Pall Punk  community  towards education. Jargon “Schools Streets” which is stated  by Pall  Punk community  members  shows that basically Pall Punks  need education community. This research analyzed the Pall Punk community’s view to education, especially jargon “Sekolah Jalanan”. This study used a qualitative method with phenomenological approach. Result from this study was style portrait of Pall punk. It is characterized by the presence of several members of Pall Punk joining class or education. In contrary, not few members of Pall Punk who do not study because of the implications of jargon “Sekolah Jalanan”. The polarization is not a contradiction but -in their view is-freedom of expression and choice, and it will be right for every member who joined the community.  This reason does not make the punk members who study in the formal institution will stop their study.keywords: Education, Street,Pall Punk .
Copyrights © 2016