Logo IPI  
Journal > Jurnal Wilayah dan Lingkungan > Hubungan Perubahan Fisik Ruang dengan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kawasan Koridor Aglomerasi Mertoyudan, Kabupaten Magelang

 

Full Text PDF (966 kb)
Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2015
Hubungan Perubahan Fisik Ruang dengan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kawasan Koridor Aglomerasi Mertoyudan, Kabupaten Magelang
Article Info   ABSTRACT
Published date:
31 Aug 2015
 
Dalam proses perkembangan kawasan Koridor Mertoyudan, aglomerasi perkotaan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi. Koridor Mertoyudan menangkap demand perkembangan Kota Magelang karena letak administratifnya yang berbatasan langsung. Selain itu, dengan pelebaran jalan arteri nasional, perkembangan Koridor Mertoyudan menjadi semakin pesat. Pada kondisi saat ini, dapat terlihat tingginya konsentrasi aktivitas ekonomi, terutama perdagangan dan jasa di sepanjang Koridor Mertoyudan. Di  samping itu, area di belakang Koridor Mertoyudan juga berkembang yang terlihat dari meningkatnya lahan terbangun sebagai respon atas peningkatan jumlah masyarakat dan aktivitasnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya aglomerasi perkotaan yang memberikan implikasi pada beberapa aspek, meliputi perubahan fisik ruang, mata pencaharian, tingkat penghasilan masyarakat, frekuensi mobilitas, dan frekuensi interaksi. Fokus penelitian ini adalah hubungan antara perubahan fisik ruang dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Koridor Mertoyudan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan perubahan fisik ruang dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan Koridor  Mertoyudan sebagai  implikasi  aglomerasi  perkotaan.  Hasil dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara aspek fisik dengan beberapa aspek sosial ekonomi masyarakat akibat aglomerasi perkotaan Koridor Mertoyudan.
Copyrights © 2015