Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Traditional Medicine Journal > KETOKSIKAN AKUT EKSTRAK AIR Eupatorium riparium Reg. PADA TIKUS SPRAGUE-DAWLEY

 

Full Text PDF (1,050 kb)
Traditional Medicine Journal
Vol 20, No 3 (2015)
KETOKSIKAN AKUT EKSTRAK AIR Eupatorium riparium Reg. PADA TIKUS SPRAGUE-DAWLEY
Nurlaila, Nurlaila ( Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Widyarini, Sita Rina ( Faculty of Veterinary, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Wahyuono, Subagus ( Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Hakim, Lukman ( Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
26 Jan 2016
 
Tumbuhan Eupatorium riparium Reg. merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat yang memungkinkan dimanfaatkan dengan optimal. Beberapa hasil penelitian dan penggunaan pada masyarakat memperlihatkan bahwa tumbuhan ini dapat digunakan sebagai diuretika, antiinflamasi, hepatoprotektor, imunostimulan, antimalaria, dan antiinfeksi. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk evaluasi keamanan secara menyeluruh, salah satunya yaitu penentuan ketoksikan akut ekstrak air E.  riparium Reg. pada tikus Sprague-Dawley (SD). Uji ketoksikan akut ini dilakukan mengikuti metode OECD 423. Hewan uji tikus betina galur SD. Hewan uji diberi ekstrak air E.  riparium Reg. yang  dimulai dengan dosis 2000 mg/kg BB. Pengamatan dilakukan 24 jam dengan pengamatan intensif pada 4 jam pertama. Semua tikus pada dosis 2000 mg/kg tidak ada yang mati; dilakukan pengujian ulang juga tidak ada yang mati, sehingga pengamatan dilanjutkan sampai 14 hari.  Dosis dinaikkan menjadi 5000 mg/kg BB, ternyata tidak ada hewan yang mati, juga pada pengujian ulang. Juga dilakukan pemeriksaan histopatologis pada tikus dosis 2000 mg/kg BB dan juga pada tikus dosis 5000 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ketoksikan akut (LD50) (cut off)  ekstrak air E.  riparium Reg., pada tikus sebesar >5000 mg/kg BB yang menunjukkan bahwa ekstrak tersebut bersifat tidak toksik (tidak terklasifikasi dan termasuk dalam kategori GHS V). Selain itu sediaan uji memperlihatkan gejala toksik berupa gelisah, menjilat, keberangasan, keterpaksaan gerak, paralisis kaki belakang, dipsnea, tetapi gejala tersebut hilang atau sembuh kembali pada pengamatan 14 hari. Tidak ada perubahan pada pemeriksaan histopatologis. 
Copyrights © 2016