Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > BIOWALLACEA > Budidaya Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) pada Berbagai Wadah Tanam dengan Pupuk Anorganik dan Organik

 

Full Text PDF (273 kb)
BIOWALLACEA
Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Budidaya Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) pada Berbagai Wadah Tanam dengan Pupuk Anorganik dan Organik
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Mar 2016
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam yang berbeda, yaitu sistem konvensional, budidaya di polybag dan vertikultur sistem dan pengaruh pupuk anorganik dan organik dalam tiga sistem pada pertumbuhan dan hasil cabai. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk percobaan, dengan menggunakan desain split plot. Petak utama adalah tanam sistem (S), yang terdiri dari tiga jenis pengobatan, yaitu budidaya di darat (S1), budidaya dalam polybag (S2) dan budidaya dengan sistem vertikultur (S3). Sebagai anak petak adalah jenis pupuk yang terdiri dari dua perlakuan yaitu pupuk anorganik (P1) dan pupuk organik (P2). Setiap pengobatan memiliki 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sistem tanam, secara umum, tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil cabai. Jenis pupuk (organik dan anorganik) juga tidak berpengaruh signifikan. Sistem tanam hanya mempengaruhi parameter berat per buah, di mana tanaman dalam sistem vertikultur horizontal berlapis menghasilkan bobot tertinggi rata-rata per buah (1,5 gram) dibandingkan tanaman yang ditanam di tanah (1,3 gram) atau dalam polybag (1, 2 gram). Tertinggi produksi buah per tanaman diperoleh pada tanaman yang ditanam pada sistem vertikultur menggunakan pupuk anorganik (87,7 gram) dan terendah pada tanaman dalam polybag dengan penggunaan pupuk anorganik (14,9 gram). Hal ini menunjukkan bahwa ystem sverticulture dapat digunakan sebagai sistem alternatif untuk budidaya cabai pada kondisi lahan terbatas.Kata kunci: cabai keriting, sistem tanam, vertikultur, pupuk organik, pupuk anorganik
Copyrights © 2016