Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan > SEBARAN SPASIAL VOLUME BACKSCATTERING STRENGTH IKAN PELAGIS DI DANAU RANAU, SUMATERA SELATAN

 

Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
Vol 6, No 1 (2015): MEI 2015
SEBARAN SPASIAL VOLUME BACKSCATTERING STRENGTH IKAN PELAGIS DI DANAU RANAU, SUMATERA SELATAN
Article Info   ABSTRACT
Published date:
17 Jan 2016
 
Danau Ranau tergolong danau besar sehingga dapat dikatakan memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai penyedia air minum, perikanan, irigasi, transportasi dan rekreasi. Sv sebagai bagian dari karakteristik hidroakustik, merupakan parameter acuan dalam mengkaji atau mengkuantifikasi sumberdaya ikan pelagis (densitas, dan sebarannya). Penelitian bertujuan mengkuantifikasi hasil dari penggunaan metode akustik yang diterapkan di Danau Ranau. Data kuantitatif yang diperoleh diharapkan menjadi dasar analisis selanjutnya dalam hal pengelolaan sumberdaya perikanan di Danau Ranau, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan di Danau Ranau yang meliputi wilayah OKU Selatan dan Lampung Barat, pada Bulan November 2012 dan Februari 2013. Penelitian menggunakan perangkat akustik split beam echosounder Simrad EY60 frekuensi 120 kHz. Data hasil tangkapan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan ikan di wilayah OKU Selatan yang didominasi oleh ikan pelagis digunakan untuk memverifikasi data akustik. Sebaran ikan berdasarkan nilai volume backscattering strength (Sv) menunjukan penyebaran yang tidak merata. secara spasial, kelompok ikan menyebar di sisi litoral danau, hampir tidak ditemukan di sisi barat laut. Kelompok ukuran kecil ditemukan di barat daya dan selatan danau, sementara kelompok ukuran besar terkonsentrasi di tenggara dan timur. Sebaran secara vertical menunjukan bahwa ukuran dari semua kelompok target (kecil hingga besar) ditemukan di kedalaman 0-75 m, sementara di kedalaman 75-125 m ditemukan ukuran yang relative lebih besar. Suhu dan DO menunjukan bahwa terjadi stratifikasi minor di perairan ini. Koefisien korelasi menunjukan keeratan hubungan antara Sv dengan suhu (0.94), namun tidak demikian dengan Sv dan DO (0.56)
Copyrights © 2016