Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > ACTA VETERINARIA INDONESIANA > Bobot Badan, Indeks Massa Tubuh, dan Glukosa Darah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang Diberi Pakan Berenergi Tinggi dan Nikotin Cair

 

Full Text PDF (311 kb)
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
Bobot Badan, Indeks Massa Tubuh, dan Glukosa Darah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang Diberi Pakan Berenergi Tinggi dan Nikotin Cair
Choliq, Chusnul ( Bagian Penyakit Dalam, Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor Agricultural University (IPB))
Suparto, Irma Herawati ( Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Bogor Agricultural University (IPB))
Iriani, Septi ( Bagian Penyakit Dalam, Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor Agricultural University (IPB))
Sajuthi, Dondin ( Pusat Studi Satwa Primata, Bogor Agricultural University (IPB))
Article Info   ABSTRACT
Published date:
15 Jan 2013
 
Nikotin dengan dosis tertentu telah dilaporkan memiliki pengaruh terhadap penurunan nafsu makan pada tikus, tetapi belum pernah dilaporkan pada hewan model monyet ekor panjang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nikotin terhadap bobot badan, indeks massa tubuh (IMT) dan kadar glukosa darah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang diberi diet berenergi tinggi selama tiga bulan. Sepuluh monyet jantan dewasa secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi pakan dengan bahan utama dari lemak sapi dan kelompok kedua dengan pakan monyet komersial (monkey chow). Cairan nikotin ditambahkan kedua pakan dengan dosis 0,75 mg/kg berat badan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (tersarang) dalam waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengetahui hubungan antara waktu dan perlakuan. Pengukuran dilakukan setiap empat minggu terhadap berat badan, indeks massa tubuh dan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan penurunan bobot badan yang tidak signifikan (P>0,05), namun IMT dan kadar glukosa darah menurun secara signifikan pada kelompok pertama (P
Copyrights © 2013