Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil > STUDI ELEMEN DISCRETE-KIRCHHOFF MINDLIN TRIANGLE (DKMT) UNTUK ANALISIS STATIK PELAT LENTUR DAN PENGEMBANGAN UNTUK ANALISIS DINAMIK GETARAN BEBAS

 

Full Text PDF (489 kb)
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Vol 5, No 1 (2016)
STUDI ELEMEN DISCRETE-KIRCHHOFF MINDLIN TRIANGLE (DKMT) UNTUK ANALISIS STATIK PELAT LENTUR DAN PENGEMBANGAN UNTUK ANALISIS DINAMIK GETARAN BEBAS
Winata, Erwin Tirta ( Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya)
Salim, Charles Julius ( Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya)
Tjong, Wong Foek ( Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 Feb 2016
 
Pengembangan analisis pelat lentur berbasis teori Reissner-Mindlin dengan menggunakan metode elemen hingga telah berkembang sejak lama. Salah satunya adalah elemen Discrete-Kirchhoff Mindlin Triangle (DKMT) yang dikemukakan oleh Katili (1993). Adapun kesimpulan yang diberikan mengatakan bahwa elemen ini lolos patch test, bebas shear locking, tidak sensitif terhadap distorsi geometri, tidak ada extra zero-energy modes, dan memiliki konvergensi yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, maka penelitian kali ini ditujukan untuk melakukan re-evaluasi terhadap performa elemen DKMT dalam analisis statik serta mengembangkannya untuk analisis dinamik getaran bebas. Batasan yang diberikan berupa analisis linear dan material yang bersifat isotropik. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kesimpulan yang dinyatakan oleh peneliti sebelumnya benar adanya akan tetapi terdapat hasil yang kurang tepat pada permasalahan rhombic plate. Sedangkan untuk analisis dinamik getaran bebas, nilai frekuensi natural dan mode shape sudah cukup akurat namun membutuhkan jumlah mesh yang cukup banyak.
Copyrights © 2016