Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Infestasi > ANALISA PENGARUH CAR (CAPITAL ADEQUACY RATIO) TERHADAP DISTRIBUSI BAGI HASIL PADA PERBANKAN SYARIAH

 

Full Text PDF (216 kb)
Infestasi
Vol 4, No 2 (2008): DESEMBER
ANALISA PENGARUH CAR (CAPITAL ADEQUACY RATIO) TERHADAP DISTRIBUSI BAGI HASIL PADA PERBANKAN SYARIAH
Article Info   ABSTRACT
Published date:
07 Mar 2016
 
CAR (Capital Adequacy Ratio) sebagai indikator kesehatanperbankan atas modal pihak ketiga, akan menentukan besarnyapembagian atau distribusi bagi hasil dari perbankan syariah. Tujuanpenelitian ini adalah memberikan gambaran dan menganalisa aspekmodal perbankan syariah dengan kemampuan perbankan syariahdalam hal distribusi bagi hasil. Sedangkan tujuan khusus yang ingindicapai dalam penelitian ini adalah pertama, Menganalisa pengaruhCAR terhadap distribusi bagi hasil dalam perbankan syariah. Kedua,Menganalisa perbandingan konsep CAR pada perbankan konvensionaldan perbankan syariah. Dalam penelitian ini digunakan pendekatankuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis, dengan data yangterukur dan menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasi.Dalam pendekatan kuantitatif ini digunakan metode (alat analisa)statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum CAR pada banksyariah memiliki pengaruh signifikan terhadap distribusi bagi hasil.Setelah dilakukan pemeringkatan, maka CAR ATMR (0,0057) lebihsignifikan dibandingkan dengan CAR DPK (0,0175). Penyelidikan lebihlanjut menunjukkan kalau CAR secara teoritis tidak berpengaruh padabagi hasil dikarenakan kerena CAR merupakan dana yang dijaminkan(dicadangkan) untuk mengantisipasi jika terjadi resiko kerugian (ataupada saat kondisi makro ekonomi mengalami krisis). Sedangkan bagihasil diperoleh dari dana-dana yang bisa disalurkan kepada pihakketiga (yang membutuhkan dana) atau disimpan pada bank lain untukmemperoleh keuntungan, namun bila terjadi kerugian maka kerugiaanditanggung bersama oleh pemilik dana kecuali kerugian karenakelalaian, salah urus, atau pelanggaran oleh mudharib (profit lostsharing), jadi yang mempengaruhi bagi hasil adalah dana-dana yangbisa disalurkan.Secara umum CAR pada bank konvensional tidak memiliki pengaruhsignifikan terhadap pendapatan bunga, dan setelah dilakukanpemeringkatan, maka CAR DPK (0,2391) lebih berpengaruhdibandingkan dengan CAR ATMR (0,7937). CAR pada bank syariahdan bank konvensional tidak ada perbedaan karena komponen-komponen pembentuknya sama dan juga dengan formulasi yang sama.Bedanya terletak pada sistem bagi hasil yang masih ada kemungkinanrugi (profit lost sharing), sedangkan pada sistem bunga yang adahanyalah tingkat kepastian keuntungan (% bunga). Sehingga nilaisignificance F sebesar 0,0174 untuk CAR DPK terhadap distribusi bagihasil (bank syariah), hal ini lebih signifikan 0,2216 dibandingkan(bank konvensional) CAR DPK terhadap pendapatan bunga yang hanyasenilai 0,2391. Sedangkan untuk CAR ATMR terhadap distribusi bagihasil (bank syariah) sebesar 0,0057 ini lebih signifikan 0,7880dibandingkan CAR ATMR terhadap pendapatan bunga (bankkonvensional) yang hanya senilai 0,7894.
Copyrights © 2016