Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa > Keragaman Genetik Meranti (Shorea leprosula Miq.) Asal Kalimantan Dengan Analisis Isozim

 

Full Text PDF (398 kb)
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Keragaman Genetik Meranti (Shorea leprosula Miq.) Asal Kalimantan Dengan Analisis Isozim
Article Info   ABSTRACT
Published date:
19 Apr 2016
 
Shorea leprosula Miq. merupakan salah satu jenis kayu dari famili Dipterocarpaceae yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Kerusakan hutan alam karena illegal logging dan konversi lahan diduga telah mengurangi keragaman genetik dan mempersempit basis genetik jenis tersebut. Sebagai penanda genetik molekuler, isozim dapat digunakan untuk menduga tingkat keragaman genetik. Pengetahuan mengenai kergaman genetik akan memberikan peranan yang penting dalam program pemuliaan dan konservasi genetik jenis S. leprosula di Indonesia. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun S. leprosula yang masih juvenile dari populasi Kalimantan pada lima pertanaman konsevai ex-situ yang terletak di Carita (Banten), Semaras - Pulau Laut (Kalimantan Selatan), Gunung Kencana (Jawa Barat), Batu Ampar (Kalimantan Timur), dan Kotawaringin Timur (Kalimantan Tengah). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gunung Bunga (Kalimantan Barat), Kenangan (Kalimantan Timur), Melak (Kalimantan Timur), Bengalun (Kalimantan Timur), Labanan (Kalimantan Timur), Meraang (Kalimantan Timur), Sambarata (Kalimantan Timur), dan Bukit Baka (Kalimantan Tengah). Empat sistem enzim tersebut dikendalikan oleh lima lokus (6Pg, Got, Est-1, Est-2, dan Shd) dengan 22 alel. Keragaman genetik S. leprosula di Kalimantan tergolong tinggi (HT =0,329) dengan 61,2% keragaman genetik berasal dari keragaman antar populasi. Peningkatan proporsi individu homozigot dijumpai pada hampir semua lokus pada semua populasi S. leprosula di Kalimantan ditandai dengan indeks fiksasi yang bernilai positif (F-ix = 0,312).
Copyrights © 2016