Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Hutan Tanaman > PENGARUH PENGATURAN JARAK TANAM TERHADAP PERKEMBANGAN SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PULAI DARAT (Alstonia angustiloba)

 

Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
PENGARUH PENGATURAN JARAK TANAM TERHADAP PERKEMBANGAN SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PULAI DARAT (Alstonia angustiloba)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Mar 2016
 
ABSTRACTAlstonia angustiloba, one of Pulai species, is a fast growing wich has been developed at Province of South Sumatera. This research was to study the effect  of planting spaces on development of pests and diseaseson pulai darat (Alstonia angustiloba)  in Kemampo expesimental forest, South Sumatera. The used method was Random Completely Block Design with 6 (six) treatments of planting spacing (2 x 2 m;  2 x 4 m; 3 x 2 m; 3 x 2,5 m;  3 x 3 m;  3 x 4 m) with 3 replicates. Parameters used were injury symptom, number of attacked  plant and score of plant injury severity. The results showed that planting spacing of 3   x 4 m is effective spacing to suppress attack Cycnotrachelus sp. and Cephaleuros sp. in the third year after planting. The decreasing of attack percentage, beetle pest attack intensity and pathogens were 0.57%, 2.48% and 8.44% respectively. ABSTRAKAlstonia  angustiloba  (pulai  darat)  adalah  salah  satu  jenis  pulai  di  antara  beberapa  jenis  Pulai  yang  banyak dikembangkan di Provinsi Sumatra Selatan. Oleh karena jenis ini termasuk ke dalam jenis cepat tumbuh maka pengembangan jenis berskala besar akan rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk  mempelajari  perkembangan  hama  dan  penyakit  pada  tanaman  pulai  darat  A.  angustiloba  dengan berbagai perlakuan jarak tanam di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 (enam) perlakuan jarak tanam (2 x 2 m;  2 x 4 m; 3 x 2 m; 3 x 2,5 m;  3 x 3 m;  3 x 4 m)  dan masing perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan dan pengumpulan data dilakukan secara sensus, dengan variabel pengamatan berupa gejala kerusakan, jumlah tanaman yang terserang dan skore tingkat kerusakan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 3 x 4 m merupakan jarak tanam yang efektif dalam menekan perkembangan hama kumbang Cycnotrachelus sp. dan patogen Cephaleuros sp. pada tanaman pulai darat pada tahun ke tiga setelah penanaman. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh terjadinya penurunan persentase serangan sebesar 0,57% dan penekanan intensitas serangan hama kumbang sebesar 2,48% serta penyakit patogen sebesar 8,44%.
Copyrights © 2016