Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Hutan Tanaman > TINGKAT PEMANFAATAN TUMBUHAN PENGHASIL WARNA PADA USAHA TENUN IKAT DI KABUPATEN SUMBA TIMUR

 

Full Text PDF (2,956 kb)
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
TINGKAT PEMANFAATAN TUMBUHAN PENGHASIL WARNA PADA USAHA TENUN IKAT DI KABUPATEN SUMBA TIMUR
Article Info   ABSTRACT
Published date:
21 Mar 2016
 
ABSTRACTEast Sumba cloth woven is colored using natural dye from plants. This study aimed to (1) identify plant producingnatural dye in East Sumba, (2) its utilization level, and (3) its availability in nature. The research was conducted atfour villages in 2013 and 2014 by using interview and focused group discussion with cloth woven handcrafter andalso field observation. Five plant species namely Indigofera tinctoria L., Morinda citrifolia L., Symplocos sp.,Aleurites moluccana (L.) Willd. and Erythrina sp. were used as dye material, binder, color preservatives and fabricsoftener. All plants were collected directly from nature, therefore the potency of these species were not yet available.Utilization level of I. tinctoria and M. citrifolia biomass as primary dye source were 49.3 and 246.7 ton per year,respectively. Whereas, utilization level of Symplocos sp. and A. moluccana as binder, color preservatives and fabricsoftener were each 246.7 and 49.3 ton per year. Cultivation of dye-producing plant and introduction of alternativedyes should be carried to meet the increasing demand of dyes.ABSTRAKPembuatan kain tenun ikat Sumba Timur sampai saat ini menggunakan pewarna alam yang dihasilkan daritumbuhan. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan pewarna yang digunakan di SumbaTimur, (2) tingkat pemanfaatan, serta (3) ketersediaan di alam dan upaya untuk memenuhi kebutuhan yang terusmeningkat. Penelitian dilakukan di empat kelurahan/desa pada tahun 2013 dan 2014 melalui metode wawancara dandiskusi kelompok terarah dengan pengrajin serta pengamatan di lapangan. Terdapat lima jenis tumbuhan yangdigunakan pengrajin sebagai sumber, pengikat dan pengawet warna serta pelembut kain yaitu nila (Indigoferatinctoria L.), mengkudu (Morinda citrifolia L.), loba (Symplocos sp.), kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.) dandadap (Erytrina sp.). Kelima jenis tumbuhan tersebut dipungut langsung dari alam, tetapi data potensi jenis-jenistersebut tidak tersedia. Tingkat pemanfaatan biomassa nila dan mengkudu sebagai sumber pewarna utama adalah49,3 dan 246,7 ton per tahun. Sedangkan tingkat pemanfaatan loba dan kemiri sebagai bahan pengikat dan pengawetwarna serta pelembut kain adalah 246,7 dan 49,3 ton per tahun. Kebutuhan biomassa tumbuhan penghasil warnayang terus meningkat perlu diimbangi dengan upaya budidaya jenis-jenis tersebut dan pengenalan serta penggunaanjenis-jenis pewarna alternatif.
Copyrights © 2016