Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam > PERTUMBUHAN Rhizophora mucronata Lamk PADA BERBAGAI KONDISI SUBSTRAT DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE SINJAI TIMUR SULAWESI SELATAN

 

Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
PERTUMBUHAN Rhizophora mucronata Lamk PADA BERBAGAI KONDISI SUBSTRAT DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE SINJAI TIMUR SULAWESI SELATAN
Article Info   ABSTRACT
Published date:
20 Apr 2016
 
Rhizophora mucronata Lamk adalah salah satu jenis mangrove yang digunakan untuk rehabilitasi kawasan mangrove di kawasan pantai barat maupun pantai timur  di Sulawesi Selatan. Mangrove akan sulit tumbuh di wilayah pesisir yang terjal dan berombak besar dan arus pasang surut yang kuat karena kondisi ini tidak memungkinkan terjadinya pengendapan lumpur, substrat yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Tujuan penelitian  adalah untuk memperoleh informasi tentang pertumbuhan R. mucronata yang meliputi parameter kerapatan, pertumbuhan tinggi batang, tinggi perakaran, dan jumlah akar  pada kondisi substrat yang berbeda di kawasan rehabilitasi mangrove di  Sinjai Timur Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan dengan membuat- plot-plot pengamatan secara sistematis di setiap lokasi tempat tumbuh.  Jarak setiap plot adalah 100 m. Luas setiap plot adalah 5 m x 5 m dengan asumsi tanaman yang diukur adalah tanaman pada tingkat semai dan pancang. Plot dibuat pada lokasi tumbuh yang meliputi empat desa dan tiga arah tumbuh: arah laut, bagian tengah, dan arah darat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan substrat yang nyata  pada empat lokasi tumbuh yang diamati, kerapatan  akan semakin berkurang dari arah tumbuh darat ke laut dan kerapatan yang tertinggi terdapat di Desa Samatarring yaitu rata-rata 61 pohon/25 m². Terdapat perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan tinggi batang serta tinggi dan jumlah perakaran tanaman pada setiap lokasi tumbuh. Pertumbuhan tinggi yang paling besar terdapat pada lokasi tumbuh Desa Samatarring, rata-rata 36,64  cm/tahun.  Tinggi  dan  jumlah  perakaran  tertinggi  terdapat  di  Desa  Samatarring    dengan  tinggi perakaran rata-rata 43 cm/tahun dan jumlah perakaran rata-rata empat dengan kondisi substrat yang mempunyai kandungan pasir 62,78%, debu 29,89%, serta liat 7,33% dan  ketebalan lumpur rata-rata 29,73 cm
Copyrights © 2016