Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Kesehatan Reproduksi > HUBUNGAN STATUS HIPERTIROID DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PENDERITA HIPERTIROID DI KLINIK LITBANG GAKI MAGELANG

 

Full Text PDF (277 kb)
Jurnal Kesehatan Reproduksi
Vol 6, No 3 Des (2015): Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol.6 No. 3 Tahun 2015
HUBUNGAN STATUS HIPERTIROID DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PENDERITA HIPERTIROID DI KLINIK LITBANG GAKI MAGELANG
Broto, Prihatin ( Balai Litbang GAKI Magelang Kapling Jayan Borobudur Magelang Jawa Tengah)
Yunitawati, Diah ( Balai Litbang GAKI Magelang Kapling Jayan Borobudur Magelang Jawa Tengah)
Ihsan, Nur ( Balai Litbang GAKI Magelang Kapling Jayan Borobudur Magelang Jawa Tengah)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
02 Mar 2016
 
Latar belakang: Gangguan menstruasi sebagai indikator dari fungsi ovarium. Kelainan siklus menstruasi disebabkan oleh kelainan hormonal yang berhubungan dengan gangguan tiroid, termasuk hipertiroid. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara gangguan siklus menstruasi dengan hipertiroid, usia, Indeks Masa Tubuh (IMT), kecemasan, kontrasepsi hormonal. Metode: Penelitian ini adalah observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel wanita usia subur penderita hipertiroid di klinik litbang GAKI, usia 15-50 tahun, jumlah sampel adalah 43 penderita. Variabel penelitian adalah hipertiroid dan siklus menstruasi. Hipertiroid dinyatakan dalam Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan Free Thyroxin (fT4) diukur dengan ELISA. Siklus haid normal adalah 21 sampai 34 hari. Status gizi dinyatakan dengan IMT. Kecemasan diukur dalam Beck Anxiety Inventory (BAI). Analisis data mengunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian 16 (37,2%) penderita hipertiroid mengalami siklus menstruasi tidak teratur dan 27 (62,8%) siklus menstruasinya teratur. Hubungan hipertiroid dengan siklus menstruasi tidak bermakna, (p=0,414). Hubungan usia dengan siklus menstruasi tidak bermakna nilai p=0,331. Hubungan status gizi/Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi tidak bermakna, nilai p=0,508. Hubungan kecemasan dengan siklus menstruasi tidak bermakna, nilai p=0,552. Hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan siklus menstruasi bermakna, nilai p=0,034. Uji secara multivariate tidak berpengaruh hipertiroid, usia, IMT, kecemasan, dan kontrasepsi hormonal terhadap siklus menstruasi. Kesimpulan: Ketidakteraturan siklus menstruasi tidak dipengaruhi oleh hipertiroid, usia, status gizi, kecemasan, dan kontrasepsi hormonal.
Copyrights © 2016