Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Kesehatan Reproduksi > FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA WANITA HAMIL DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2013)

 

Full Text PDF (332 kb)
Jurnal Kesehatan Reproduksi
Vol 6, No 2 Ags (2015): Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol.6 No. 2 Tahun 2015
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA WANITA HAMIL DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2013)
Setyawati, Budi ( Pusat Teknologi dan Intervensi Kesehatan Masyarakat)
Fuada, Noviati ( Pusat Teknologi dan Intervensi Kesehatan Masyarakat)
Salimar, Salimar ( Pusat Teknologi dan Intervensi Kesehatan Masyarakat)
Rosha, Bunga Christitha ( Pusat Teknologi dan Intervensi Kesehatan Masyarakat)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
02 Mar 2016
 
Pendahuluan : Hipertensi (termasuk preeklampsi) pada wanita hamil terjadi pada sekitar 10% dari kehamilan di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi yang dilahirkannya. Diperkirakan 13 persen angka kematian ibu disebabkan oleh hipertensi pada kehamilan. Tujuan : mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada wanita hamil di Indonesia Metode : Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional study, menggunakan data Riskesdas 2013. Hasil :Hipertensi pada wanita hamil di Indonesia 2013 sebesar 6,3%. Determinan hipertensi pada wanita hamil adalah riwayat pernah didiagnosis hipertensi (OR : 5,1), status gizi yang digambarkan oleh lingkar lengan atas (LILA)> 30 cm (OR : 2,9), umur diatas 35 tahun (OR : 1,8), kebiasaan makan makanan asin tiap hari (OR : 1,6), pendidikan kurang dari SMP (OR : 1,6), dan kawasanbukan Jawa-Bali (OR : 1,3), kesemuanya signifikan secara statistik (p<0,05). Kesimpulan : hipertensi pada wanita hamil utamanya dikarenakan riwayat hipertensi sebelumnya, usia > 30 tahun, status gizi lebih (LILA > 30 cm), kebiasaan makan makanan asin tiap hari, dan pendidikan rendah (< SMP). Saran :dalam upaya promotif-preventif hipertensi, penyuluhan diutamakan pada kelompok berisiko.
Copyrights © 2016