Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > SIPIL > PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG

 

Full Text PDF (686 kb)
SIPIL
Vol 3, No 2 (2015)
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG
Article Info   ABSTRACT
Published date:
11 May 2016
 
Tanah merupakan material yang selalu berhubungan dengan teknologi konstruksi sipil.Karena besarnya pengaruh tanah terhadap perencanaan seluruh konstruksi, maka tanahmenjadi komponen yang sangat diperhatikan dalam perencanaan konstruksi. Dariberbagai jenis tanah, tanah lempung adalah tanah yang paling banyak ditemukanmasalah. Pada kenyataanya tanah lempung bersifat kurang menguntungkan secara teknisuntuk mendukung suatu pekerjaan konstruksi. Maka dari itu, diperlukannya perbaikantanah guna untuk meningkatkan daya dukung tanah, salah satunya adalah denganstabilisasi perbaikan tanah secara kimiawi. Salah satu parameter yang dapat diketahuiapakah tanah tersebut daya dukungnya baik atau tidak bisa dilihat dari nilai kekuatangeser tanah. Kuat geser tanah dapat diketahui dengan pengujian Direct Shear, sehinggadapat diketahui nilai kohesi, dan sudut geser.Dalam peningkatan kestabilan tanah biasanya digunakan Polyprophylene Polymer (PP)yang harganya cukup mahal. Biaya yang mahal ini mengakibatkan peningkatan dari hargapembangunan. Untuk mengurangi tingginya biaya perbaikan tanah, dalam penelitian inidilakukan pengujian stabilitas tanah dengan menambahkan limbah gypsum yang diolahmenjadi serbuk sebagai bahan pencampur tanah.Hasil dari pengujian didapat nilai S terbesar terjadi pada sampel tanah yang dicampurdengan limbah gypsum sebanyak 8% dengan waktu pemeraman 14 hari yaitu 61,57KN/m2. Nilai ini terjadi kenaikan sebesar 116,34% dari sampel tanah asli yang dilakukanpemeraman waktu selama 14 hari. Kenaikan ini terjadi karena gypsum mengandungkalsium yang mengikat tanah bermateri organik terhadap lempung. Gypsum juga lebihmenyerap banyak air sehingga membuat campuran limbah dan sampel tanah akanmenjadi semakin keras dan kuat, sehingga dapat meningkatkan nilai kohesi tanah yangmenjadikan tiap – tiap partikel tanah terikat dengan kuat dan berpengaruh padapeningkatan nilai kuat geser tanah lempung.Kata kunci : Tanah Lempung, Limbah Gypsum, Direct Shear
Copyrights © 2016