Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis > PASUKAN KHUSUS PANGERAN DIPONEGORO MASIH MENARI (STUDI HISTORIS KESENIAN TARI TRADISIONAL REYOG BULKIYO BLITAR)

 

Full Text PDF (503 kb)
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
PASUKAN KHUSUS PANGERAN DIPONEGORO MASIH MENARI (STUDI HISTORIS KESENIAN TARI TRADISIONAL REYOG BULKIYO BLITAR)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
27 Apr 2016
 
Perang Sabil yang lebih dikenal dengan sebuatan Perang Jawa (De Javasche Oorlog dalam bahasa Belanda) mempunyai dampak dalam sejarah nasional maupun sejarah lokal. Perang itu merupakan fenomena sosial yang terjadi hampir di seluruh Pulau Jawa. Setelah Pangeran Diponegoro sebagai pemimpin perang tertangkap oleh Belanda pada 28 Maret 1830, banyak dari pasukan Pangeran Diponegoro yang melarikan diri ke berbagai pelosok daerah untuk menghindar dari operasi pembersihan sisa prajurit oleh Belanda. Akibat dari pelarian itu, mereka banyak yang menyamar menjadi rakyat biasa dan bertahan hidup hingga akhirnya mempunyai hasil karya seperti misalnya kesenian. Reyog Bulkiyo merupakan kesenian tari hasil dari olah pikir prajurit yang melarikan diri dari kejaran Belanda. Kesenian tari ini terdapat di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar yang dahulu pada tahun 1825 disebut sebagai daerah bumi Mancanegara Wetan masuk kedalam pembagian wilayah Kasunanan Surakarta. Reyog Bulkiyo memiliki ciri khas yang menunjukan bahwa ada tiga unsur budaya terangkai dalam satu pertunjukan ritme gerak tari yaitu budaya Jawa, Islam (Arab) dan, Cina. Eksistensi kesenian ini hingga kini masih bisa dinikmati dalam festival budaya, pentas seni maupun acara-acara pemerintahan. Namun, di era modernisasi seperti ini, kesenian tradisional seperti Reyog Bulkiyo harus di jaga dan dilestarikan guna menambah dan mempertahankan ciri khas ke Indonesiaan Bangsa ini.Kata Kunci: reyog bulkiyo, identitas, eksistensi
Copyrights © 2016