Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknik Lingkungan > PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH DAN TINGGI KOLOM PADA ARANG AKTIF DARI KULIT PISANG TERHADAP EFEKTIVITAS PENURUNAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) DAN SENG (Zn) LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING

 

Full Text PDF (786 kb)
Jurnal Teknik Lingkungan
Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknik Lingkungan
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH DAN TINGGI KOLOM PADA ARANG AKTIF DARI KULIT PISANG TERHADAP EFEKTIVITAS PENURUNAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) DAN SENG (Zn) LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING
Article Info   ABSTRACT
Published date:
25 Jan 2016
 
Penelitian ini tentang pemanfaatan arang aktif kulit pisang sebagai adsorben untuk menurunkan konsentrasi logam berat Cu dan Zn pada limbah cair elektroplating. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi NaOH terbaik sebagai aktivator yang dapat menurunkan konsentrasi logam berat Cu dan Zn pada limbah electroplating pada proses batch dan menentukan tinggi media kolom optimum untuk menurunkan konsentrasi logam berat Cu dan Zn limbah cair elektroplating pada proses kontinyu. Penelitian ini menggunakan 3 variasi pada proses batch konsentrasi aktivator NaOH yaitu: 0,5 M, 1 M,  dan 2 M, dan variasi tinggi media kolom pada proses kontinyu yaitu 65 cm, 75 cm, dan 85 cm. Hasil analisis variasi pada proses batch menunjukkan konsentrasi aktivator terbaik adalah NaOH 1 M dengan dipengaruhi semakin tingginya konsentrasi awal limbah maka semakin besar daya serap adsorben dan waktu kesetimbangan dicapai pada menit ke 120. Hasil analisis isoterm uji batch menunjukkan untuk parameter logam berat Cu lebih sesuai dengan isoterm Langmuir tipe 2 dan untuk logam berat Zn lebih sesuai dengan isoterm Freundlich dengan nilai kapasitas adsorpsi maksimumnya sebesar 3,69 mg/g untuk Cu dan 1,73 mg/g untuk Zn.  Dari hasil analisis kinetika adsorpsi menunjukkan  logam berat Cu lebih cepat laju adsorpsinya dibandingkan dengan logam berat Zn dan sesuai dengan model kinetika adsorpsi Pseudo Second Order. Tetapi untuk laju adsorpsi logam berat Cu dipengaruhi juga oleh model kinetika Intraparticle Diffusion karena nilai konstanta laju adosrpsinya semakin besar seiring semakin kecilnya konsentrasi awal logam berat Cu. Hasil analisis variasi pada proses kontinyu menunjukkan tinggi media kolom terbaik adalah 65 cm. Berdasarkan uji isoterm Thomas kapasitas adsorpsi tinggi media kolom 65 cm untuk logam berat Cu dan Zn adalah 20,775 mg/g dan 2,384 mg/g.
Copyrights © 2016