Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknik Lingkungan > PENGGUNAAN CANGKANG UDANG SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK MENURUNKAN KADAR TSS, KEKERUHAN DAN FOSFATPADA AIR LIMBAH USAHA LAUNDRY

 

Full Text PDF (273 kb)
Jurnal Teknik Lingkungan
Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknik Lingkungan
PENGGUNAAN CANGKANG UDANG SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK MENURUNKAN KADAR TSS, KEKERUHAN DAN FOSFATPADA AIR LIMBAH USAHA LAUNDRY
Article Info   ABSTRACT
Published date:
25 Apr 2016
 
Udang merupakan hewan yang kaya akan protein. Kulit udang pun juga memiliki protein yang tinggi di dalamnya, dimana kulit udang mampu berperan sebagai polielektrolit alami yang berfungsi mirip dengan koagulan sintetik (Hendrawati, 2013).Kulitudangmerupakanlimbahdalamindustri pengolahanudangyangporsinya mencapai30-70%(Agustin,1994). Secaraumum kulitudangmengandung protein25-40%,kalsium karbonat45-50%dan khitin 15-20% , namun besarnya kandungan tersebutmasihtergantung padajenisudangdan tempathidupnya (Hamsina,etal., 2002). Dalam kulit udang terdapat kandungan kitin yang menjadi baham utama pembuatan kitosan.Penelitian mengenai tepung kulit udang sebagai koagulan alternatif ini merupakan kajian terhadap dosis optimum untuk menurunkan konsentrasi TSS, Kekeruhan dan Fosfat pada air limbah kegiatan jasa cuci pakaian.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh koagulan cangkang udang pada variasi dosistertentu untuk menurunkan konsentrasi TSS, kekeruhan dan fosfat pada air limbah laundry melalui prosedur jartest. Variable bebas penelitian adalah dosis koagulan 100 mg/L, 150 mg/L, 200 mg/L, 250 mg/L, 300 mg/L, 350 mg/L dan 400 mg/L untuk setiap 1000ml sampel limbah. Kecepatan pengadukan ditetapkan pada 150 rpm selama 2 menit dan pengadukan lambat 60 rpm selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum biokoagulan ini adalah 250 mg/L untuk parameter TSS dengan efisiensi 74.05%, 250 mg/L untuk parameter kekeruhan dengan efisiensi 74.81% dan 250 mg/L untuk parameter fosfat dengan efisiensi 83.1%.
Copyrights © 2016