Logo IPI  
Journal > Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari?ah dan Hukum > SEKILAS MENGENAL AT-TAFSIR AL-ADABI AL-IJTIMAI

 

Full Text PDF (678 kb)
Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari?ah dan Hukum
Vol. 1, No. 1, Januari-Juni 2016
SEKILAS MENGENAL AT-TAFSIR AL-ADABI AL-IJTIMAI
Article Info   ABSTRACT
Published date:
30 Jun 2016
 
Kemujizatan dan keluarbiasaan al-Quran terletak bukan saja pada seluruh kandungan misinya, akan tetapi juga terletak pada seluruh gaya bahasa yang dimilikinya. Dari aspek  seluruh kandungan misinya, al-Quran mengatur, memberi petunjuk dan memberikan solusi untuk semua problematika aspek kehidupan manusia, baik ketika manusia menjalani hidup di dunia maupun ketika bagaimana ia harus mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Tidak ada satu aspekpun dari kehidupan manusia yang luput dari misi al-Quran.            Hanya saja fakta mujmalitas al-Quranlah ynag kadang-kadang menjadi hambatan untuk menggali dan memahaminya. Namun para Mufassirin paham benar bahwa al-Quran itu sendiri memberikan ruang yang sangat lebar untuk mencari jalan bagaimana seharusnya agar mereka dapat  menggali dan memahaminya dengan baik, benar dan jelas. Dengan berbagai latar belakang kehidupan sosial dan kemampuan intelektual mereka, diupayakanlah cara-cara menggali dan memahaminya, sehingga lahirlah apa yang disebut dengan Mufassirin dan Tafsirnya.            الأداب الإجتماعى التّفسير, adalah salah satu bentuk dari yang lahir tersebut, dan kelahirannya legitimit, sebab banyak ayat-ayat al-Quran yang menunut manusia agar mempergunakan akal-pikirannya untuk berfikir atas segala sesuatu, bahkan intuisipun dituntut hal yang sama. Tuntutan itulah sebenarnya yang menjadi dasar sebagian para ulama Mufassirin mengambil bentuk   الأداب الإجتماعى التّفسير sebagai pilihan dalam upaya menggali dan memahami misi al-Quran.            Di sisi lain kemujizatan dan keluarbiasaan al-Quran dari segi gaya bahasa al-Quran yang memliki nilai sastra yang amat tinggi, sebenarnya sekaligus sebagai tandingan atas syair-syair bahasa Arab yang terdapat dalam masyarakat Arab, yang terkenal memiliki nilai sastra yang tinggi pada waktu itu. Sehingga wajarlah kalau dari segi gaya bahasanya saja, al-Quran sebagai mujizat yang luarbiasa        Menyadari seluruh kandungan misi al-Quran dan  keindahan gaya bahasa dalam al-Quran, maka para Mufassirin الأداب الإجتماعى التّفسير tergugah untuk mengembangkan penafsiran mereka dengan gaya bahasa yang indah, tanpa mengabaikan norma-norma yang dikendaki oleh misi al-Qurian itu sendiri
Copyrights © 2016