Logo IPI  
Journal > REFLEKSI EDUKATIKA > METODE BERMAIN PERAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA PADA PESERTA DIDIK KELAS 6 SD 5 HADIPOLO KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

Full Text PDF (243 kb)
REFLEKSI EDUKATIKA
Vol 5, No 2 (2015): Refleksi Edukatika Vol. 5 No. 2 Th. 2015
METODE BERMAIN PERAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA PADA PESERTA DIDIK KELAS 6 SD 5 HADIPOLO KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015
-, Supriyati ( SD 5 Hadipolo)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
27 Aug 2016
 
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan : 1) kemampuan berbahasa Jawa dengan menerapkan penggunaan metode bermain peran; 2) motivasi peserta didik dalam pembelajaran, yaitu keaktifan, ketertarikan, keinginan peserta didik untuk belajar bahasa Jawa dengan menerapkan metode bermain peran dengan benar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SD 5 Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, dengan subjek para peserta didik  Kelas 6 SD 5 Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus  Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Jumlah peserta didik  ada 19,  dengan rincian 8 laki-laki dan 11 perempuan. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah pembelajaran berbicara dengan berbahasa Jawa. Proses penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang meliputi empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, serta tahap analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat peningkatan kualitas pembelajaran baik proses maupun hasil berbicara berbahasa Jawa pada peserta didik kelas Kelas 6 SD 5 Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus  Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Peningkatan kualitas proses pembelajaran tersebut ditandai dengan meningkatnya: 1) jumlah kualitas peserta didik yang aktif dalam kegiatan apersepsi maupun dalam kegiatan pembelajaran; 2) jumlah peserta didik yang tertarik dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran berbicara berbahasa Jawa; dan 3) jumlah peserta didik yang sudah mampu berbicara dengan bahasa Jawa sesuai dengan unggah-ungguh dengan teknik yang benar dengan menggunakan metode bermain peran. Hasil penelitian berbahasa Jawa dengan metode bermain peran dalam pembelajaran terjadi peningkatan minat 57,9% (31,58% menjadi 89,48%), keberanian 68,42% (26,32% menjadi 94,74%), peran 57,90%  (31,58% menjadi 89,48%), kemampuan 78,95% (10,53% menjadi 89,48%).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat, keberanian, peran, serta kemampuan berbahasa Jawa peserta didik dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran. Adapun langkah-langkah efektif yang dilakukan oleh peneliti untuk mengoptimalkan metode ini, antara lain: 1) membagi peserta didik secara berkelompok yang didasarkan perbedaan tingkat kemampuan berbicara berbahasa Jawa; 2) memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih berbicara berbahasa Jawa melalui metode bermain peran; 3) mengintegrasikan keterampilan berbicara berbahasa Jawa dengan keterampilan berbahasa lainnya, seperti menyimak, membaca, dan menulis; dan 4) mengaplikasikan berbicara berbahasa Jawa dalam kegiatan seni di lingkungan sekolah khususnya sesuai pengalaman yang didapat peserta didik selama penelitian. Prinsip pokok pada metode ini adalah mengetahui, berlatih, menerapkan, memeragakan, sehingga peserta didik mengaktualisasikan berbicara berbahasa Jawa dengan benar.
Copyrights © 2016