Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Hortikultura > Induksi Perakaran Manggis (Garcinia mangostana L.) Secara In Vitro dan Ex Vitro

 

Jurnal Hortikultura
Vol 25, No 2 (2015): Juni 2015
Induksi Perakaran Manggis (Garcinia mangostana L.) Secara In Vitro dan Ex Vitro
Joni, Y Z ( Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jln. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301)
Efendi, D ( Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, Jln. Meranti, Dramaga, Bogor 16680)
Roostika, Ika ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jln. Tentara Pelajar, No. 3A, Bogor 16111)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
13 Apr 2016
 
Induksi perakaran merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi dalam kultur in vitro manggis. Sistem perakaran yang baik menjadi persyaratan penting bagi planlet untuk siap diaklimatisasi. Penelitian bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan dan konsentrasi IBA, NAA, paklobutrazol, dan phloroglucinol yang efektif untuk menginduksi pembentukan akar planlet manggis secara in vitro dan ex vitro. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), mulai bulan Maret 2013 sampai Januari 2014. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Induksi perakaran manggis secara in vitro terdiri atas tujuh perlakuan, yaitu kombinasi IBA (10 mg/l) dengan paklobutrazol (3, 6, dan 9 mg/l) atau phloroglucinol (2,8; 5,6; dan 8,4 mg/l). Induksi perakaran manggis secara ex vitro terdiri atas delapan perlakuan IBA dan NAA (masing-masing 100, 200, 300, dan 400 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi IBA dengan paklobutrazol atau phloroglucinol menghasilkan jumlah planlet berakar yang relatif rendah (0−29%). Induksi akar secara ex vitro menghasilkan planlet berakar yang relatif tinggi (70−90%). IBA dan NAA 100−400 mg/l dapat menginduksi akar manggis secara ex vitro. Media terbaik untuk pengakaran manggis secara ex vitro adalah perendaman dalam larutan NAA 200 mg/l selama 1 jam. Induksi perakaran secara ex vitro lebih baik dilakukan daripada secara in vitro. Keberhasilan induksi perakaran manggis secara ex vitro dapat mempersingkat waktu mikropropagasi benih manggis.
Copyrights © 2016