Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Hortikultura > Parameter Genetik Klon-Klon F1 Krisan

 

Jurnal Hortikultura
Vol 25, No 2 (2015): Juni 2015
Parameter Genetik Klon-Klon F1 Krisan
Meilasari, R ( Balai Penelitian Tanaman Hias, Jln. Raya-Ciherang, Segunung PO. Box 8 Sindanglaya, Pacet, Cianjur, Jawa Barat 43253)
Qosim, Warid Ali ( Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jln. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Sumedang 45363)
Murdaningsih, Murdaningsih ( Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jln. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Sumedang 45363)
Yuniarto, K ( Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jln. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Sumedang 45363)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
13 Apr 2016
 
Produksi krisan di Indonesia memperlihatkan kecenderungan yang meningkat dalam 5 tahun terakhir. Selain sebagai bunga potong, krisan juga telah diminati konsumen sebagai tanaman hias pot. Namun, varietas krisan pot yang banyak beredar di pasaran saat ini merupakan varietas introduksi. Upaya perakitan varietas krisan pot dalam negeri telah dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Hias dan telah diperoleh sejumlah genotip F1. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui beberapa parameter genetik dari genotip F1 krisan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cipanas Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan September 2013 – Februari 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 96 genotip F1 krisan dan lima genotip tetua krisan pot yaitu Garden Mum Red, Surf, Sunny Ursula, Bonny, dan Miramar. Hasil penelitian pada populasi keseluruhan genotip menunjukkan nilai variabilitas genetik dan fenotipik yang luas untuk semua karakter pengamatan dengan nilai heritabilitas kategori tinggi pada 13 karakter dan sedang pada empat karakter. Pada masing-masing populasi, variabilitas genetik dan fenotipik yang luas dengan nilai heritabilitas tinggi terdapat pada karakter-karakter selain diameter batang, panjang daun, jumlah internode, panjang internode, jumlah cabang, dan lama kesegaran bunga untuk populasi A, diameter batang, jumlah internode, panjang internode, jumlah bunga per tanaman, jumlah cabang, dan lama kesegaran bunga untuk populasi B, diameter batang, panjang daun, lebar daun, jumlah internode, jumlah cabang, dan lama kesegaran bunga untuk populasi D, diameter tajuk dan lama kesegaran bunga untuk populasi E. Dengan demikian, seleksi untuk memperoleh genotip unggul akan efektif dilakukan pada selain karakter-karakter tersebut. Populasi C menunjukkan nilai variabilitas genetik yang sempit untuk semua karakter pengamatan. Setiap hasil persilangan krisan menghasilkan genotip-genotip F1 dengan warna bunga yang beragam serta diperoleh warna-warna bunga yang berbeda dari tetuanya.
Copyrights © 2016