Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Agro Ekonomi > Efisiensi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Gabungan Kelompok Tani dalam Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan: Studi Kasus di Kabupaten Bantul Tahun 2012

 

Jurnal Agro Ekonomi
Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi
Efisiensi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Gabungan Kelompok Tani dalam Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan: Studi Kasus di Kabupaten Bantul Tahun 2012
Saleh, Yopi ( Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku Utara, Komplek Pertanian Kusu No. 1, Oba Utara Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara)
Mulyo, Jangkung Handoyo ( Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Waluyati, Lestari Rahayu ( Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Aug 2016
 
ABSTRAKKebijakan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) merupakan langkah strategis Kementerian Pertanian untuk menyelesaikan persoalan pembiayaan petani skala mikro dan buruh tani yang jumlahnya cukup besar di perdesaan. Tujuan kajian ini untuk menganalisis tingkat efisiensi LKM-A gabungan kelompok tani (gapoktan) PUAP di Kabupaten Bantul dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi LKM-A Gapoktan PUAP di Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan pada 65 LKM-A gapoktan PUAP di Kabupaten Bantul pada bulan Maret-Juni 2012. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis DEA (Data Envelopment Analysis) asumsi constant return to scale (CRS), dan variable return to scale (VRS) dengan output oriented digunakan untuk mengukur skor efisiensi dari masing-masing LKM-A yang diamati. Selanjutnya penelitian ini menggunakan analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS) untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efisiensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan DEA-CRS versi CCR, sebanyak 19 LKM-A (29,23%) telah efisien, sedangkan dengan perhitungan DEA-VRS versi BCC terdapat sebanyak 33 LKM-A (50,77%) efisien. Tingkat pendidikan manajer, umur LKM-A, waktu pelayanan dan jumlah pengelola memiliki pengaruh dan nyata terhadap efisiensi LKM-A, sedangkan metode pinjaman dan sistem pembiayaan LKM-A tidak berpengaruh secara nyata terhadap efisiensi LKM-A gapoktan PUAP di Kabupaten Bantul.
Copyrights © 2016