Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar > Peningkatan Kinerja Pemasaran Karet Alam Rakyat melalui Optimalisasi Rantai Pasok

 

Full Text PDF (215 kb)
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Peningkatan Kinerja Pemasaran Karet Alam Rakyat melalui Optimalisasi Rantai Pasok
Herdiansyah, Rikky
Nurmalina, Rita ( Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor)
Winandi, Ratna ( Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
30 Nov 2015
 
Harga yang diterima oleh petani karet di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan di negara produsen lainnya sebagai akibat dari rantai pasok sistem pemasaran yang belum efisien. Untuk itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerja rantai pasok. Penelitian bertujuan menganalisis rantai pasok sistem pada sistem pemasaran karet dan pengaruh manajemen rantai pasok terhadap peningkatan efisiensi pemasaran di setiap lembaga anggota rantai pasok. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mulai Desember 2014 sampai Februari 2015. Efisiensi sistem pemasaran dianalisis menggunakan pendekatan nilai B/C ratio dan nilai tambah, sedangkan rantai pasok dianalisis menggunakan pendekatan supply chain network (SCN). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat rantai pasok dalam pemasaran karet alam rakyat, yaitu Pola I (petani – pedagang pengumpul desa – pedagang pengumpul kecamatan – pedagang besar – pabrik), Pola II (petani – pedagang pengumpul desa – pedagang besar – pabrik), Pola III (petani – pasar lelang – pabrik), dan Pola IV [petani – Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) – pabrik]. Dari empat pola tersebut, manajemen rantai pasok karet alam rakyat terbaik terjadi melalui pola keempat, yang diindikasikan dengan adanya kesepakatan antara petani dengan pabrik karet untuk menghasilkan kualitas bokar yang lebih bermutu dan harga lebih tinggi, di samping melakukan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan. Pola tersebut meningkatkan efisiensi pemasaran dengan indikator B/C ratio sebesar 1,29 dan persentase nilai tambah petani 96,82%. Oleh karena itu, supply chain network pemasaran karet rakyat melalui pola petani-UPPB-pabrik telah mendorong petani untuk menghasilkan bokar yang lebih berkualitas sehingga harganya lebih tinggi. Pemerintah perlu merekomendasikan pola tersebut kepada petani lain untuk meningkatkan pendapatan petani karet. Kata kunci: Efisiensi pemasaran, nilai tambah, rantai pasok, saluran pemasaran Rubber price received by smallholders in Indonesia is lower compared with other countries due to inefficient marketing system. Therefore, it needs an effort to increase in the supply chain performance. The objective of the research was to analyze marketing system of natural rubber and the effect of supply chain management on marketing efficiency. The research was conducted at Tebo Regency of Jambi Province from December 2014 until February 2015. Marketing system was analyzed using B/C ratio and value-added approach, whereas supply chain was carried out using a supply chain network approach. The results showed that there were four patterns in the marketing channels of natural rubber.  Pattern I (farmers – village traders - subdistrict traders - district traders - industries); Pattern II (farmers – village traders - district traders - industries); Pattern III (farmers –auction market - industries); and Pattern IV [farmers –Rubber Processing and Marketing Unit (RPMU) – industries].  The supply chain management was only found in the Pattern IV, where there was an agreement between farmers and the RPMU to improve  the quality of rubber for higher price.  In addition, farmers also received advocation and training from the RPMU.  Pattern IV exhibited improvement marketing efficiency as indicated by a B/C ratio at 1.29 and value added at 96.82%.  The adoption of SCN framework was able to motivate farmers to produce a better quality of rubber that afforded a higher price. Therefore, the government is necessarily to recommend the addoption of this pattern in increasing farmers’ income.
Copyrights © 2015