Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Indonesia Medicus Veterinus > Pendekatan Psikoneuroimunologi dalam Penanganan Penyakit Hewan

 

Full Text PDF (250 kb)
Indonesia Medicus Veterinus
Vol 5 (2) 2016
Pendekatan Psikoneuroimunologi dalam Penanganan Penyakit Hewan
Kardena, I Made ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Putra, Tri Adi ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Septiani, Nur Hanifah ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Ningrat, Dewa Ayu Widia Kusuma ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Utama, Putu Dede Yudi ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Damayanthi, I Dewa Gde Tara ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Siswanto, Ferbian Milas ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
02 Aug 2016
 
Dokter hewan praktisi seringkali mengabaikan dampak psikologi hewan terhadap kondisi kesehatan hewan. Penatalaksanaan penyakit hewan selalu dikaitkan dengan tindakan medis veteriner. Namun kenyataannya timbulnya gejala klinis penyakit seperti anoreksia, diare, dan demam tidak selalu disertai dengan penyebab yang jelas. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan kondisi psikologi hewan. Psikoneuroimunologi (PNI) merupakan cabang ilmu kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu psikologi, neurologi, endokrinologi serta imunologi yang memiliki paradigm sendiri. PNI mengkaji bagaimana sistem imun tubuh merespon keadaan homeostasis dan patologis dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Hubungan otak dengan sistem imun terjadi melalui sel di HPA axis (hipotalamo-pituitary-adrenal axis), yang melibatkan hormon sitokin, dan melalui sel di jalur ANS (autonomic nervous system). Berbagai macam stresor ini akan mengaktifkan hipotalamus mensekresikan CRH, yang kemudian merangsang pituitary menghasilkan ACTH. ACTH kemudian berikatan dengan reseptornya di kelenjar adrenal untuk menginduksi sekresi Epinefrin (EPI) dan Norepinefrin (NE). Sudah dipahami bahwa limfosit memiliki reseptor untuk EPI dan NE sehingga stres ini akan mengakibatkan modulasi imunitas. Psikologi menjadi kajian yang sangat penting dalam dunia kedokteran hewan terkait dengan modulasi imun akibat psikologi. Oleh karena itu pengembangan Psikoneuroimunologi dalam tatalaksana penyakit pada hewan menjadi sangat penting, disamping penanganan medis.
Copyrights © 2016