Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknik Lingkungan > KAJIAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2, CH4 DAN N2O) AKIBAT AKTIVITAS KENDARAAN (STUDI KASUS AREA SUKUN DAN TERMINAL TERBOYO)

 

Full Text PDF (315 kb)
Jurnal Teknik Lingkungan
Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Teknik Lingkungan
KAJIAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2, CH4 DAN N2O) AKIBAT AKTIVITAS KENDARAAN (STUDI KASUS AREA SUKUN DAN TERMINAL TERBOYO)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
24 Oct 2016
 
Meningkatnya jumlah kendaraan berdampak pada peningkatan beban emisi gas rumah kaca (CO2, CH4 dan N2O). Pencemar gas rumah kaca dianalisis untuk mengetahui beban emisi yang dihasilkan dari tiap jenis kendaraan dari konsumsi bahan bakar minyak. Penelitian ini dilakukan di Area Sukun dan Terminal Terboyo dimana pada tempat tersebut merupakan tempat yang padat dengan aktivitas transportasi masal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas kendaraan, menghitung dan menganalisis beban emisi gas rumah kaca ketika kendaraan bergerak dan ketika waktu menunggu dan memberikan rekomendasi aksi mitigasi akibat emisi untuk mengurangi emisi. Aktivitas kendaraan pada Area Sukun dan Terminal Terboyo yang menghasilkan emisi terjadi pada saat hot start dan cold start, kendaraan bergerak, ketika waktu menunggu (idle time). Emisi kendaran bergerak dihitung dengan menggunakan Tier 2. Emisi kendaraan bergerak terbesar di Area Sukun dihasilkan oleh bus besar yaitu CO2e sebesar  2,08 ton/tahun sedangkan pada terminal Terboyo emisi terbesar dihasilkan oleh bus sedang yaitu pada data perhitungan langsung CO2e sebesar 347,97 ton/tahun dan pada data dishub sebesar CO2e sebesar 382,72 ton/tahun. Ketika waktu menunggu emisi terbesar di Area Sukun dihasilkan oleh bus besar yaitu CO2esebesar 43,53 ton/tahun sedangkan pada terminal Terboyo emisi terbesar dihasilkan oleh bus besar yaitu pada perhitungan langsung CO2e sebesar 196,56 ton/tahun dan pada data dishub CO2e sebesar 206,50 ton/tahun. Rekomendasi aksi mitigasi akibat emisi GRK yang berasal dari kendaraan berupa penerapan kebijakan, memperbaiki infrastruktur, dan melakukan smart driving.
Copyrights © 2016