Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Mamangan > KEHIDUPAN WARIA DI JORONG MANDIANGIN, KECAMATAN KINALI, KABUPATEN PASAMAN BARAT

 

Full Text PDF (525 kb)
Jurnal Mamangan
Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
KEHIDUPAN WARIA DI JORONG MANDIANGIN, KECAMATAN KINALI, KABUPATEN PASAMAN BARAT
Article Info   ABSTRACT
Published date:
12 Jan 2017
 
Transgender is social deviation in the community. Deviations made transvestites difficulty in placing itself as part of society in general. Doesn’t easy to all people can accept the transvestites are allowed to live and settle in their communities. This article contains the pattern of life of transvestites amongst in the Jorong Mandiangin, to fully accept their existence, and to describe the factors that cause a person to become a transvestite in Jorong Mandiangin District Kinali in West Pasaman. The research approach used a qualitative, descriptive type. Collect data by observation and interviews. The results showed a good relationship between transvestites and society. Although people know that transvestites are an aberration, but the public does not necessarily treat transsexuals with victimization. People are realizing that transvestites are also human beings of divine creation which also has the right to run their lives by working according to his ability. No different to life among fellow transvestites, the visible existence of some form of interaction processes that can unite the transvestites in maintaining the gender status.Waria merupakan penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Penyimpangan yang dilakukan membuat waria kesulitan dalam menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat pada umumnya. Tidak semua masyarakat bisa menerima keberadaanya meskipun para waria tersebut dibiarkan hidup dan menetap dalam lingkungan masyarakatnya. Artikel ini memuat pola kehidupan waria ditengah-tengan masyarakat Jorong Mandiangin, yang sepenuhnya menerima keberadaan mereka, serta mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi waria di Jorong Mandiangin Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kualitatif, tipe deskriptif. Cara mengumpulkan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang baik antara waria dan masyarakat. Meskipun masyarakat tau bahwa waria adalah suatu penyimpangan, namun masyarakat tidak lantas memperlakukan waria dengan perlakuan tidak baik. Masyarakat menyadari bahwa waria juga manusia ciptaan tuhan yang juga mempunyai hak untuk menjalankan kehidupannya dengan bekerja sesuai dengan kemampuannya. Tidak berbeda dengan kehidupan antar sesama waria, terlihat adanya suatu bentuk proses interaksi yang bisa menyatukan para waria dalam mempertahankan status gendernya.
Copyrights © 2017