Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Sari Pediatri > Perbandingan Efektifitas Klinis antara Kloramfenikol dan Tiamfenikol dalam Pengobatan Demam Tifoid pada Anak

 

Sari Pediatri
Vol 3, No 2 (2001)
Perbandingan Efektifitas Klinis antara Kloramfenikol dan Tiamfenikol dalam Pengobatan Demam Tifoid pada Anak
Article Info   ABSTRACT
Published date:
06 Dec 2016
 
Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan kloramfenikolmasih merupakan pilihan utama untuk pengobatan demam tifoid. Dari beberapapenelitian di temukan 3-8% kuman Salmonella telah resisten terhadap kloramfenikol,2-4% mengalami kekambuhan dan menjadi pengidap kuman, disamping adanya efeksamping penekanan sumsum tulang dan anemia aplastik. Seftriakson dan siprofloksasindapat memberikan hasil yang lebih baik tetapi belum dapat dipakai secara luas karenaharganya mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan efektifitas kliniskloramfenikol dan tiamfenikol dalam pengobatan demam tifoid pada anak.Penelitian uji acak tersamar ganda dilakukan pada anak dengan demam tifoid yang dirawatdibagian IKA FK UNSRI / RS Moh Husein (RSMH) Palembang antara Maret –Nopember 1999. Lima puluh orang anak memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 27anak laki-laki dan 23 anak perempuan, 41 (82%) anak usia 5 tahun atau lebih, hanya 9(18%) usia di bawah 5 tahun. Dua puluh lima anak mendapat kloramfenikol, yang lainmendapat tiamfenikol. Pada kelompok kloramfenikol demam kembali normal dalamwaktu 3,04 + 2,11 hari sedangkan dengan tiamfenikol dalam waktu 2,68 + 1,57 hari.Secara statistik tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam hal lamanya turun demam,membaiknya nafsu makan, hilangnya nyeri perut serta pulihnya kesadaran antarakelompok kloramfenikol dengan kelompok tiamfenikol. Terdapat 1 penderita yang tidaksembuh dengan kloramfenikol sehingga diganti dengan seftriakson, sementara darikelompok tiamfenikol semuanya sembuh. Tidak ditemukan pasien yang kambuh danpengidap kuman setelah pengobatan. Kejadian anemia selama pengobatan sama padakedua kelompok. Walaupun tidak berbeda secara bermakna, kelompok tiamfenikol dapatkeluar rumah sakit 1 hari lebih cepat sedangkan harga obat hanya sedikit lebih mahaldari kloramfenikol.
Copyrights © 2016