Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > MEDIA MEDIKA MUDA > UJI BEDA SENSITIVITAS SEFTRIAKSON DENGAN LEVOFLOKSASIN PADA KUMAN NEISSERIA GONORRHOEAE SECARA IN VITRO

 

Full Text PDF (307 kb)
MEDIA MEDIKA MUDA
Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
UJI BEDA SENSITIVITAS SEFTRIAKSON DENGAN LEVOFLOKSASIN PADA KUMAN NEISSERIA GONORRHOEAE SECARA IN VITRO
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Nov 2016
 
Latar Belakang : Penyakit gonore merupakan penyakit menular seksual yang terus mengalami peningkatan di berbagai negara di dunia. Pengobatan lini pertama yang dianjurkan untuk mengobati penderita gonore adalah antibiotik seftriakson. Tingginya angka resistensi terhadap antibiotik seftriakson mengharuskan dokter mencari alternatif baru untuk pengobatan gonore. Levofloksasin merupakan salah satu obat alternatif untuk pengobatan gonore.Tujuan : Menilai perbedaan sensitivitas levofloksasin dengan setriakson pada kuman Neisseria gonorrhoeae.Metode : Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional design. Sampel yang diambil sebanyak 60 pasien positif duh purulen. Setelah itu dilakukan pengecatan Gram dan didapatkan kuman diplococcus gram negatif. Sebanyak 29 sampel yang ditemukan kemudian dibiakkan pada Media Thayer Martin dan diinkubasi pada suhu 37° selama 48 jam. Setelah tumbuh koloni, dilakukan tes definitif yaitu tes oksidasi dan tes fermentasi glukosa. Setelah sebanyak 26 sampel dinyatakan positif Neisseria gonorrhoeae, koloni pada media Thayer Martin dibiakkan pada media Mueller Hinton untuk uji sensitivitas. Setelah inkubasi selama 24 jam, zona hambat telah terbentuk dan dapat diukur diameternya.Hasil : Jumlah sampel yang sensitif terhadap levofloksasin 19 (73%) dan resisten sebanyak 7 (27%) sampel. Pada seftriakson sebanyak 20 (77%) sampel mengalami resisten dan hanya 6 (23%) yang sensitif terhadap antibiotik seftriakson.Kesimpulan : Terdapat perbedan sensitivitas yang bermakna antara antibiotik seftriakson dan levofloksasin terhadap kuman Neisseria gonorrhoeae secara in vitro. Levofloksasin memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan seftriakson.
Copyrights © 2016