Logo IPI  
Journal > MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman > PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAI DI ACEH

 

Full Text PDF (254 kb)
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Vol 40, No 2 (2016)
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAI DI ACEH
Butho, Zulfikar Ali ( STAIN Malikussaleh Lhokseumawe)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
28 Oct 2016
 
Abstrak: Pengembangan kompetensi guru pendidikan agama Islam di wilayah Kota Lhokseumawe dilatar belakangi oleh kompetensi guru Pendidikan Agama Islam mengalami kemunduran dari beberapa indikator profesionalisme. Artikel ini mengajukan temuan, yang didasarkan pada teknik pengumpulan data kualitatif yang dideskripsikan melalui analisis dekriptif, bahwa pengembangan kompetensi profesionalisme guru di Kota Lhokseumawe belum sepenuhnya mengalami perkembangan. Langkah-langkah pengembangan kompetensi profesionalisme guru adalah melalui belajar mandiri, mengikuti pelatihan individu, diskusi dan rapat dewan guru, melakukan penguatan melalui kegiatan Kerja Kelompok Guru, serta melakukan pusat kegiatan guru pada tingkat kecamatan. Lebih jauh ditemukan bahwa kendala utama pengembangan kompetensi profesionalisme guru adalah pelatihan guru berjalan di tempat, kurangnya alokasi dana peningkatan guru, terjadinya penurunan motivasi, dan kurangnya pengusaan informasi dan teknologi.Abstract: The Development of Professionalism Competence of Islamic Education Teachers in Aceh. The development in Islamic Education Teachers Lhokseumawe City area, against the background by the competence of teachers of Islamic education suffered a setback of several indicators of professionalism. The findings based on qualitative data collection techniques are described through descriptive analysis reveals that the development of professional competencies of teachers in Lhokseumawe city has not shown significant growth. Efforts to develop  professional competence of teachers are done through independent study, individual training, discussions and meetings of the board of teachers, strengthening through teachers’ group work, and organizing centre for teachers’ activities at the district level. However, the whole process of the training for teachers of Islamic education became stagnant, the budget cut for improving the quality of teachers, less motiveted, and lack of mastery of information and technology.Kata Kunci: guru, kompetensi, profesionalisme, pendidikan agama Islam
Copyrights © 2016