Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases > PENGARUH CURAH HUJAN, KELEMBABAN DAN TEMPERATUR TERHADAP PREVALENSI MALARIA DI KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN

 

Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases
Vol 3, No 1 (2017): JHECDs Vol.3, No.1, Juni 2017
PENGARUH CURAH HUJAN, KELEMBABAN DAN TEMPERATUR TERHADAP PREVALENSI MALARIA DI KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN
Sulasmi, Sri ( Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu)
Setyaningtyas, Dian Eka ( Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu)
Rosanji, Akhmad ( Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu)
Rahayu, Nita ( Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
07 Aug 2017
 
Abstract.Malaria is one of communicable disease that still becoming important issue in Indonesia. Tanah Bumbu is one of district in South Kalimantan province with high malaria prevalence. Malaria cases occur nearly every month with significant raise of malaria incidences on May, October to July. This was a descriptive research using secondary data of rainfall, temperature and humidity from Meteorology and Geophysics Board of Banjarbaru and Malaria case of Tanah Bumbu District data within 10 years term. Results showed that rainfall influenced the increase in the density of mosquitoes. The optimum temperature supports an increased density of mosquitoes in the 26,5 to 27 oC. Humidity, temperature, and rainfall optimum support increased incidence of malaria cases seen from the figures. Increased surveilance needs to be done at the end of wet months (February to May). Precautions can be done by observing rainfall, humidity and temperature of the weekly scale.Keyword: climate variability, humidity, malaria, rain fall, temperatureAbstrak.Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah penting di Indonesia. Tanah Bumbu merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan dengan prevalensi malaria yang masih tinggi. Kasus malaria terjadi hampir disetiap bulan, peningkatan signifikan pada bulan Mei, Oktober hingga Juli. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data sekunder berupa data curah hujan, kelembaban, temperatur dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banjarbaru, juga data kasus malaria Kabupaten Tanah Bumbu selama kurun waktu 10 tahun. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan mempengaruhi peningkatan kepadatan nyamuk. Temperatur optimum mendukung peningkatan kepadatan nyamuk pada 26,5-27 oC. Kelembababan, temperatur, dan curah hujan optimum mendukung peningkatan kejadian malaria yang terlihat dari angka kasus. Peningkatan surveilan perlu dilakukan pada akhir bulan basah (bulan Februari hingga Mei). Kewaspadaan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan curah hujan, kelembaban dan suhu skala mingguan.Kata Kunci: variabilitas iklim , kelembaban, curah hujan, malaria, temperatur
Copyrights © 2017