Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Berkala Arkeologi SANGKHAKALA > Tinggalan Batu Dulang Di Situs Alang Assaude, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku

 

Full Text PDF (1,482 kb)
Berkala Arkeologi SANGKHAKALA
Vol 19, No 1 (2016): Sangkhakala Vol.19 No.1, Mei 2016
Tinggalan Batu Dulang Di Situs Alang Assaude, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku
Article Info   ABSTRACT
Published date:
19 May 2017
 
AbstractBatu dulang at Alang Assaude Village, Waisala District, West Seram Regency is still in-situ. in archaeology, such type of stone object is known as batu meja (table stone) or dolmen. This research is an attempt to view batu dulang in a holistic way, to see whether the utilization still shows elements of Megalithic tradition, which concept is ancestor worship. in other words, this research aimed at determining whether the objects are living monuments. Data collecting is done through surveys, observations, and interviews. The result reveals that putting coins on batu dulang are done by the local communities as an act to respect their inheritance from their ancestors. As a conclusion, the Megalithic aspect of batu dulang lies in the formal dimension, but they no longer used as the media for certain religion (death monument).AbstrakBatu dulang di Desa Alang Assaude, Kecamatan Waisala, Kabupaten Seram Bagian Barat masih insitu. Dalam khasanah arkeologi batu ini dikenal dengan istilah batu meja ataupun dolmen. Penelitian ini merupakan upaya dalam melihat tinggalan batudulang secara holistik, apakah penggunaannya masih menunjukkan tradisi megalitik yang berkonsep terhadap pemujaan roh leluhur (living monument). Pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa uang koin di batu dulang merupakan perlakuan masyarakat setempat sebagai upaya untuk menghargai tinggalan leluhur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa aspek megalitik batu dulang terletak pada dimensi bentuk, namun bukan digunakan sebagai media untuk keperluan religi tertentu (death monument).
Copyrights © 2017