Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Berkala Arkeologi SANGKHAKALA > Aspek-aspek Kemaritiman di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi dari Masa Mesolitik Hingga Tradisi Megalitik

 

Full Text PDF (736 kb)
Berkala Arkeologi SANGKHAKALA
Vol 19, No 1 (2016): Sangkhakala Vol.19 No.1, Mei 2016
Aspek-aspek Kemaritiman di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi dari Masa Mesolitik Hingga Tradisi Megalitik
Article Info   ABSTRACT
Published date:
19 May 2017
 
AbstractMaritime aspects in the western part of Indonesia are known from the presence of shell mound sites, which show Mesolithic characteristics and elements of Hoabinhian Culture. The shell mound sites along the east coast of Sumatra Island reveal that coastal areas were very important in providing for life in the past because of the marine biota that can be exploited. The Hoabinhian Culture on highland areas also bears traces of maritime aspects. Likewise are the Neolithic and sites that dispersed on highland areas. Various kinds of mollusks were still exploited on the highlands. Even the religions and social structures that bear maritime characteristics were still preserved. The attempt to recognize the maritime aspects during the periods is done by determining various artifacts, ecofacts, and other finds in relation with the marine environment, as well as through ethnoarchaeology studies by observing patterns of meaningsin the cultures of several traditional communities in the western part of Indonesia. The effort to determine archaeological objects, supported by ethnoarchaeology studies, will portray various maritime aspects that can be recognized through the aspects of the environment, biota, religion, technology, aesthetic, and other social aspects.AbstrakAspek kemaritiman di indonesia bagian barat diketahui dari keberadaan situs-situs bukit kerang yang memiliki periode Mesolitik, dengan budaya pendukungnya Hoabinh. Situs-situs bukit kerang yang tersebar di pesisir timur Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kawasan pantai merupakan areal yang sangat penting dalam mendukung kehidupan masa itu, mengingat berbagai biota laut menjadi objek yang dieksploitasi. Keberadaan budaya Hoabinh di dataran tinggi juga masih menunjukkan sisa-sisa aspek kemaritiman. Sebaran situs di dataran tinggi pada masa Neolitik dan Megalitik juga masih menunjukkan aspek kemaritiman. Berbagai jenis moluska yang hidup di dataran tinggi masih menjadi bahan pangan yang dieksploitasi, bahkan aspek religi dan struktur sosial yang berkaitan dengan ciri kemaritiman masih dipertahankan. Upaya mengetahui aspek kemaritiman pada beberapa periode tersebut, tentu akan diketahui melalui determinasi berbagai artefak, ekofak dan lainnya yang terkait dengan lingkungan laut. Pemahaman aspek kemaritiman juga dilakukan melalui etnoarkeologi, dengan melihat berbagai pola makna yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat tradisional di indonesia bagian barat. Determinasi objek arkeologis yang disertai dengan kajian etnoarkeologi menggambarkan berbagai aspek kemaritiman yang dapat dikenali dari aspek lingkungan, biota, religi, teknologi, estetika dan aspek sosial lainnya.
Copyrights © 2017