Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > AdBispreneur > STRATEGY OF BUSINESS DEVELOPMENT BAMBOO CRAFT (A Study in Pasirjambu Village Pasirjambu District Bandung Regency)

 

Full Text PDF (172 kb)
AdBispreneur
Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur
STRATEGY OF BUSINESS DEVELOPMENT BAMBOO CRAFT (A Study in Pasirjambu Village Pasirjambu District Bandung Regency)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
24 Jul 2017
 
ABSTRACTThis study aims to determine alternative strategies in the development of bamboo handicrafts business in Pasirjambu Village Pasirjambu District in Bandung Regency. Method used survey with SWOT analysis. The results show that the total value obtained from the IFAS table is 6.40 (average 3.20) with a strength score of 3,550 and the weakness score of 2.850, it shows that the strength factor of the bamboo handicraft business is greater than the weakness factor, while the total value EFAS of 6.10 (average 3.05). A opportunity score of 3.10 and a threat score of 3.0. This means that the opportunity factor is greater than the threat factor. The result of calculation of rating value and internal factor weight of bamboo handicraft business development strategy in Pasirjambu Village as X axis equal to 0,100, while external factor as Y axis equal to 0,700. This means the right alternative strategy is the SO strategy. The SO strategy is a strategy that uses the power to take advantage of existing opportunities.Keywords : Bamboo craft, craftmanship of bamboo, SWOT analysis  STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BAMBU(Studi di Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung) ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi alternatif dalam pengembangan usaha kerajinan bambu di Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan survey dengan analisis SWOT. Hasil, menunjukkan bahwa total nilai yang diperoleh dari tabel IFAS  adalah 6,40  (rata-rata 3,20) dengan skor kekuatan 3,550 dan skor kelemahan sebesar 2,850, ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan usaha kerajinan bambu lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai EFAS yaitu sebesar 6,10 (rata-rata 3,05).  Skor peluang 3,10 dan skor ancaman sebesar 3,0. Artinya faktor peluang yang dimiliki lebih besar dari faktor ancaman. Hasil perhitungan nilai rating dan bobot faktor internal dari strategi pengembangan usaha kerajinan bambu di Desa Pasirjambu sebagai sumbu X sebesar 0,100, sedangkan faktor eksternal sebagai sumbu Y sebesar 0,700. Artinya strategi alternatif yang tepat adalah strategi SO. Strategi SO adalah strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Kata kunci : Kerajinan bambu, perajin bambu, analisis SWOT
Copyrights © 2017