Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknologi Pertanian > IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIMIKROBA EKSTRAK MIKROALGA LAUT TETRASELMIS CHUII (KAJIAN METODE EKSTRAKSI MASERASI, JENIS PELARUT, DAN WAKTU EKSTRAKSI)

 

Full Text PDF (1,162 kb)
Jurnal Teknologi Pertanian
Vol 16, No 3 (2015)
IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIMIKROBA EKSTRAK MIKROALGA LAUT TETRASELMIS CHUII (KAJIAN METODE EKSTRAKSI MASERASI, JENIS PELARUT, DAN WAKTU EKSTRAKSI)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Nov 2016
 
Tetraselmis chuii dikenal sebagai mikroorganisme photoautotroph yang mampu menghasilkan senyawa antimikroba sebagai metabolisme atau senyawa alelopati. Berkenaan dengan metabolit yang berharga, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang ekstraksi dan identifikasi senyawa antimikroba oleh T. chuii menggunakan metode maserasi. Pada penelitian, rancangan acak dikerjakan untuk mengekstrak dan mengidentifikasi senyawa antimikroba oleh T. chuii. Dua faktor dan tiga tingkat yang diperlukan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah jenis pelarut (metanol (L1), kloroform (L2), dan aseton (L3)), kedua adalah waktu ekstraksi (24 (T1), 48 (T2), dan 72 (T3) jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis pelarut dan waktu ekstraksi memberikan pengaruh yang signifikan (P<0.05) pada ekstrak hasil senyawa antimikroba. Hasil tertinggi dan terendah ekstrak senyawa antimikroba yang diperoleh di Runs L3T3 dan L2T1 sekitar, 29.92 dan 2.01%. Hasil menunjukkan bahwa diameter tertinggi zona bening diperoleh di Run L2T3, sekitar 14.30; 16.30; 13.33; 14.33 mm E. coli, S. aureus, C. albicans, dan A. flavus. GC-MS digunakan sebagai alat bantu analisa senyawa antimik-roba T.chuii yang meliputi asam lemak (asam 9-hexadecanoic, asam heksadekanoat (asam palmitat), asam 9-octadecenoic), alcane (Docosane, Tricosane, Eicosane, Nonadecena), cycloalcene (Cyclohexene), senyawa ester (asam heksadekanoat (etil ester), asam 1,2-benzenedicarboxylic), senyawa alkohol (Benzil alkohol), dan di-terpenoide (fitol dan 2,6,10 trimetil). Oleh karena itu, didapatkan hasil bahwa perlakuan terbaik dicapai ketika kloroform digunakan sebagai pelarut dengan waktu ekstraksi 72 jam (L2T3) dan menyebabkan diameter zona bening.
Copyrights © 2016