Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknologi Pertanian > DETEKSI GELATIN BABI PADA SOFT CANDY MENGGUNAKAN METODE PCR-RFLP SEBAGAI SALAH SATU PEMBUKTIAN KEHALALAN PANGAN

 

Full Text PDF (383 kb)
Jurnal Teknologi Pertanian
Vol 16, No 2 (2015)
DETEKSI GELATIN BABI PADA SOFT CANDY MENGGUNAKAN METODE PCR-RFLP SEBAGAI SALAH SATU PEMBUKTIAN KEHALALAN PANGAN
Article Info   ABSTRACT
Published date:
10 Oct 2016
 
Gelatin merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang banyak digunakan dalam pembuatan soft candy sebegai agen pembentuk gel. Namun, gelatin yang digunakan masih diragukan kehalalannya dikarenakan lebih dari 40% produksi gelatin menggunakan komponen babi sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gelatin babi pada softcandy menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) yang disempurnakan dengan metode RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphism). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh jenis soft candy yang dilakukan proses ekstraksi DNA terlebih dahulu sebelum dilakukan metode deteksi PCR-RFLP. Proses PCR menggunakan primer yaitu Cyt B (Cytochrome B) yang akan mengamplifikasi DNA homolog babi. Sampel yang berhasil teramplifikasi dilanjutkan dengan proses RFLP menggunakan enzim BseD1 untuk membedakan antara DNA babi dengan DNA homolognya. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa suhu opti-mum dari proses annealing PCR sebesar 49 °C, tujuh dari sepuluh sampel berhasil diamplifikasi dengan ukuran DNA sebesar 359 bp (base pair), sedangkan tiga sampel tidak berhasil diampli-fikasi karena kurang tepatnya proses isolasi yang dilakukan. Tiap sampel tidak menunjukkan adanya fragmentasi DNA dengan ukuran 228 bp dan 131 bp saat dilakukannya proses RFLP. Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh sampel tidak mengandung gelatin babi dan tiga sampel yang tidak berhasil diamplifikasi perlu dilakukan proses ekstraksi ulang dengan menggunakan metode lain yang lebih tepat.
Copyrights © 2016