Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Panggung > Nilai Interaksi Simbol Tradisi dalam Wujud Pelinggih pada Ruang Publik

 

Panggung
Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa
Nilai Interaksi Simbol Tradisi dalam Wujud Pelinggih pada Ruang Publik
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 Jan 2016
 
ABSTRACT In public space in North Bali, there has been concept  change  of symbol tradition  visualiza- tion in the form of pelinggih  which is in the form  of car. But its essential function as a place  of worship has not changed. The surrounding  community  can accept that phenomenon as adop- tion process and identity  of cultural heritage.Through qualitative  research, try to be understood  a ‘creative  process’ outside ‘context  of the self’ in communicating  the message through  visual media. From this research stated that visual form of pelinggih  not only the expression result of beauty,  but also to communicate  the message. Ritual principles  of a pelinggih is still maintained.  Its materialization  concept has undergonenovelty  identity  due to unification  of aesthetic  value, art, spiritual and ‘moderniza- tion’ in the context  of ‘worldly’  life. Symbol  visualization  in an effort to communicate  that message,  contains  elements  of cultural system  acculturation   of today’s society to mutually  in- teract. Keywords: symbol tradition,  visual change,  identity  of novelty,  public  space  ABSTRAK Pada ruang publik di Bali Utara, terjadi perubahan konsep visualisasi simbol tradisi dalam wujud pelinggih, yakni berbentuk mobil. Fungsi esensinya sebagai tempat pemujaan tidak berubah. Masyarakat sekitar dapat menerima fenomena tersebut sebagai proses adopsi dan identitas warisan budaya.Melalui penelitian kualitatif, berupaya dipahami sebuah ‘proses kreatif’ diluar ‘konteks diri’ dalam mengomunikasikan pesan melalui media visual. Dari penelitian ini, dinyatakan bahwa wujud visual pelinggih tidak hanya hasil ekspresi keindahan, tetapi juga mengomunikasikan pesan. Prinsip–prinsip ritual sebuah pelinggih tetap dipertahankan. Konsep perwujudannya mengalami identitas kebaruan akibat dari penyatuan nilai estetis, seni, spiritual serta ‘modernisasi’ dalam konteks kehidupan ‘duniawi’. Visualisasi simbol dalam upaya mengomunikasikan pesan tersebut, mengandung unsur–unsur akulturasi sistem budaya masyarakat masa kini untuk saling berinteraksi. Kata kunci : simbol tradisi, perubahan visual, identitas kebaruan, ruang publik
Copyrights © 2016