Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Medical Laboratory Technology Journal > LOGAM MERKURI PADA MASKER PEMUTIH WAJAH DI PASAR MARTAPURA

 

Full Text PDF (668 kb)
Medical Laboratory Technology Journal
Vol 3, No 2 (2017): periode Desember
LOGAM MERKURI PADA MASKER PEMUTIH WAJAH DI PASAR MARTAPURA
Article Info   ABSTRACT
Published date:
29 Dec 2017
 
Saat ini banyak berbagai merek dan jenis kosmetik pemutih kulit dapat kita jumpai di pasaran. Tidak semua produk tersebut aman bagi konsumen. Kosmetik ilegal atau yang tidak memiliki nomor ijin dari BPOM inilah yang patut dicurigai karena kosmetik yang tidak terdaftar cenderung mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti merkuri (Hg). Merkuri (Hg) / air raksa termasuk logam berat berbahaya. Penggunaan merkuri telah dilarang sejak tahun 1998 melalui PERMENKES RI No. 445 Tahun 1998, dimana merkuri dalam konsentrasi kecil dapat bersifat racun. Efek negatif dari merkuri seperti timbulnya bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada susunan syaraf, ginjal, maupun otak serta mengganggu perkembangan janin terutama bila digunakan dalam dosis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada kandungan merkuri pada masker pemutih yang dijual di pasar Martapura Maret 2017. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan sampel diambil dengan cara teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masker pemutih wajah yang beredar di Pasar Martapura. Sampel yang diambil sebanyak 10 sampel pada masker pemutih wajah yang harganya berkisar Rp5.000,00 - Rp20.000,00. Dari 10 sampel masker wajah yang diuji pada penelitian ini yaitu 3 sampel atau 30% masker pemutih wajah mengandung merkuri. Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa merkuri masih digunakan sebagai bahan pemutih pada masker pemutih wajah yang beredar di Pasar Martapura. Oleh karena itu, diharapkan perlu pengawasan lebih ketat lagi serta peningkatan penyuluhan oleh instansi terkait tentang pentingnya bahaya kosmetik pemutih yang mengandung merkuri, sehingga masyarakat bisa teliti dalam memilih kosmetik.
Copyrights © 2017