Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penyakit Dalam Indonesia > Korelasi Forced Expiratory Volume in 1 Second % Prediksi dengan Tekanan Rerata Arteri Pulmonalis Menggunakan Ekokardiografi pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik Stabil

 

Full Text PDF (1,289 kb)
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia
Vol 3, No 4 (2016)
Korelasi Forced Expiratory Volume in 1 Second % Prediksi dengan Tekanan Rerata Arteri Pulmonalis Menggunakan Ekokardiografi pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik Stabil
Article Info   ABSTRACT
Published date:
27 Jan 2017
 
Pendahuluan. Hipertensi pulmonal merupakan komplikasi tersering pada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Angka kematian akan meningkat tajam apabila pasien PPOK sudah mengalami komplikasi ini. Selama ini pengukuran tekanan arteri pulmonalis hanya diukur pada saat pasien PPOK eksaserbasi dirawat di ruang intesif dengan cara invasif menggunakan alat right heart catherization (RHC). Data kelompok PPOK stabil yang mengalami hipertensi pulmonal yang diukur dengan cara non invasif masih relatif sedikit yang dipublikasi. Saat ini sudah ada ekokardiografi yang dapat digunakan sebagai pengganti RHC pada kelompok PPOK stabil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penurunan forced expiratory volume in 1 second (FEV1) % prediksi dengan peningkatan rerata tekanan arteri pulmonalis (mean pulmonary arterial pressure, mPAP) dan mencari titik potong terbaik secara klinis antara FEV1 % prediksi dan mPAP.Metode. Studi potong lintang pada lima puluh delapan subjek PPOK stabil yang dilakukan spirometri dan pengukuran mPAP dengan menggunakan ekokardiografi doppler pada potongan short axis setinggi aorta.Hasil. Nilai rerata FEV1 % prediksi 26,6 (SB 4,7) dan rerata mPAP 37,61 (18,1-59) mmHg. 74 % subjek mengalami hipertensi pulmonal, dengan karakteristik 24 % ringan, 31 % sedang dan 19 % berat. Terdapat korelasi negatif kuat antara penurunan FEV1 % prediksi dengan peningkatan mPAP. Semakin turun FEV1% prediksi semakin meningkat mPAP. Nilai titik potong terbaik secara klinis 55,3 % dengan sensitivitas 93%.Simpulan. FEV1 % prediksi berkorelasi negatif yang sangat kuat dengan tekanan rerata arteri pulmonalis. FEV1 % prediksi 55,3 % memiliki kemampuan yang cukup baik membedakan PPOK stabil yang sudah mengalami hipertensi pulmonal.Kata Kunci: ekokardiografi, FEV1 %, mPAP, PPOK stabil, spirometri  Correlation of Forced Expiratory Volume in 1 Second Prediction with Mean Pulmonary Arterial Pressure Using Echocardiography in Stable Chronic Obstructive Pulmonary Disease Introduction. Pulmonary hypertension is the most common complication of chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Mortality rate will increase when COPD complication with pulmonary hypertension. Right heart catheterization (RHC) is the most common tool to measure mean pulmonary arterial pressure (mPAP) either in COPD patients with exacerbations treated in intensive care unit. Data of pulmonary hypertension in stable COPD group is still relatively rare. Alternatively to RHC, nowadays echocardiography is used to measure mean pulmonary arterial pressure in stable COPD group.Methods. A cross-sectional study was conducted on fifty-eight stable male COPD patients (mean age: 67,6) underwent spirometry. Mean pulmonary arterial pressure was measured using transthoracic echocardiography at short axis view in aortic level. Results. Mean value of forced expiratory volume in 1 second (FEV1)% was 26,6 % (SD 4,7) with median value of mean pulmonary arterial pressure was 37,61 mmHg (range 18,3-59). As many as 74% subjects were pulmonary hypertension; 24 % mild, 31 % moderate and 19% severe respectively. The correlation test showed a significant strong-negative correlation (r = -0,948, p <0,001). The best cut-off point of FEV1% prediction, which had a clinical value correlated with mPAP, was 55,3% with the sensitivity 93 %. Conclusions. Forced expiratory volume in one second (FEV1)% prediction has a significant correlation with mean pulmonary arterial pressure in stable COPD patients. The cut-off point FEV1% prediction 55,3% has a good capability to discriminate pulmonary hypertension in stable COPD patient. Keywords: echocardiography, FEV1% prediction, mean pulmonary arterial pressure, stable COPD
Copyrights © 2017