Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penyakit Dalam Indonesia > Peranan Gejala Klinis dan Pemeriksaan Darah Tepi dalam Diagnosis Dini Influenza pada Pasien dengan Gejala Influenza Like Illness

 

Full Text PDF (433 kb)
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia
Vol 1, No 2 (2014)
Peranan Gejala Klinis dan Pemeriksaan Darah Tepi dalam Diagnosis Dini Influenza pada Pasien dengan Gejala Influenza Like Illness
Article Info   ABSTRACT
Published date:
26 Jan 2017
 
Pendahuluan. Influenza merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus influenza. Pada manusia, influenza sering menimbulkan penyakit pernapasan akut dengan manifestasi klinis berupa influenza like illness. Penegakkan diagnosis influenza seringkali sulit oleh karena manifestasi klinis yang tidak khas. Demam disebut sebagai gejala klinis terpenting dan limfopenia didapatkan sebagai suatu temuan laboratoris yang konsisten. Usaha untuk mengetahui proporsi dan mengelaborasi gejala klinis dan pemeriksaan darah tepi sederhana diperkirakan dapat meningkatkan probabilitas diagnosis influenza.Tujuan. Mengetahui proporsi influenza serta mengevaluasi peranan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium sederhana pada pasien penyakit pernapasan akut dengan influenza like illness sehingga dapat digunakan sebagai faktor prediktif terhadap diagnosis influenza.Metode. Studi potong lintang berbasis diagnostic research pada pasien penyakit pernapasan akut dewasa dengan gejala influenza like illness di Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung dan Puskesmas Kelurahan Rawamangun antara Maret hingga Juni 2011. Spesimen analisis virus menggunakan bahan apus nasofaringeal, dengan teknik analisis PCR kualitatif dan imunokromatografi antigen.Hasil. Dari 90 orang subyek penelitian didapatkan 13 orang (14,4%) terbukti terinfeksi virus influenza A melalui teknik PCR. Variabel demam menunjukkan hasil uji kemaknaan yang signifikan terhadap influenza (p 0,003) dengan prevalence ratio 6,28 (95% CI 1,476-26,759). Sensitifitas demam, batuk dan pilek terhadap influenza masing-masing adalah 85% dan negative predictive value demam sebesar 98%. Variabel determinan lainnya tidak menunjukkan hasil yang bermakna terhadap influenza pada uji kemaknaan statistik.    Simpulan. Proporsi influenza pada pasien dengan gejala ILI diperoleh cukup tinggi dengan proporsi demam yang terbukti lebih tinggi pada pasien influenza. Sensitivitas demam, batuk dan pilek terhadap influenza tinggi dengan negative predictive value yang memuaskan untuk seluruh variabel determinan. 
Copyrights © 2017