Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling > PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA KEBONDALEM PURWOKERTO

 

Full Text PDF (445 kb)
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling
Vol 1, No 1 (2016)
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA KEBONDALEM PURWOKERTO
Rahmawati, Rahmawati ( Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
Setyawati, Roro ( Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
31 Mar 2016
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap premenstrual syndrome (PMS). Respoden penelitian ini adalah remaja putri dengan jumlah 15 orang untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol dari Pondok Pesantren Fathul Huda, Kebondalem Purwokerto. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala, observasi, wawancara, dan pengisian lenbar evaluasi. Metode penelitian dengan eksperimen menggunakan rancangan randomised control group pre test – post test design. Dari hasil uji post test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol didapat nilai t hitung>t tabel 2.410> 2.042 (df=28; signifikasi 95%; sig 2-tiled) artinya ada hubungan sangat signifikan antara antara post test pada pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan p = 0.023<0.05. sedangkan pada perhitungan independen sample uji t pre test dan post test pada pekompok eksperimen didapatkan nilai t hitung> t tabel=2.052>2.042 (p=0.05; df=28; signifikansi 95%; sig 2-tiled) artinya ada pengaruh pemberian relaksasi pada kelompok eksperimen, dengan didukung penurunan mean dari 114.13 menjadi 97.67.
Copyrights © 2016