Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Agritech Fakultas Teknologi Pertanian UGM > POTENSI ISOLAT KHAMIR H10 SEBAGAI AGENSIA BIOLOGIS UNTUK PENGENDALIAN Mucor piriformis PADA BUAH APEL Potential Yeast Isolate H10 as Biocontrol Agent for Mucor piriformis in Apple Fruit

 

Full Text PDF (58 kb)
Jurnal Agritech Fakultas Teknologi Pertanian UGM
Vol 28, No 02 (2008)
POTENSI ISOLAT KHAMIR H10 SEBAGAI AGENSIA BIOLOGIS UNTUK PENGENDALIAN Mucor piriformis PADA BUAH APEL Potential Yeast Isolate H10 as Biocontrol Agent for Mucor piriformis in Apple Fruit
Article Info   ABSTRACT
Published date:
15 May 2009
 
The potency of the yeast cell isolate H10 in suppressing post-harvest rot, Mucor piriformis, was studied in the wounds of apple fruit. Spore inoculum at diffierent concentrations were inoculated into the artificially-made wounds of fresh picking apple fruit. There were five replicates of single fruit with 4 wounds each. Fruits were incubated at 20 °C for 4 days. Increasing concentration of the pathogen spores applied in the wounds, produced higher percentage of rot and diameter of lesion. At the concentration of 107 and 108 cfu ml-1, the yeast cells were able to suppress the percentage of infection and diameter of lesion caused by the pathogen up to 65 %. The inhibition activity of the yeast cells was most highest when the yeast applied coincidentally or 2 hours before inoculation of the pathogen inoculum. These evidences indicate that the yeast is potential to be developed as a protective bio-control agent to suppress the development of post-harvest diseases of apple caused by M. piriformis.ABSTRAKPotensi sel khamir isolat H10 untuk menghambat perkembangan jamur patogen pasca panen Mucor piriformis dipela- jari pada luka buatan pada buah apel. Larutan spora pada berbagai konsentrasi diinokulasikan ke dalam luka buatan pada buah apel segar. Setiap perlakuan menggunakan lima buah apel yang masing-masing mempunyai 4 buah luka. Buah kemudian disimpan untuk dihitung persentase infeksi dan diameter luka yang terjadi selama 4 hari penyimpanan pada suhu 20 °C. Meningkatnya konsentrasi spora patogen yang diinokulasikan pada luka, meningkat pula persentase infeksi dan diameter luka. Sel khamir terbukti mampu menggandakan diri pada permukaan jaringan luka. Pada kon- sentrasi 107  dan 108  cfu ml-1, sel khamir dapat secara nyata menghambat perkembangan jamur patogen sampai 65%. Penghambatan tersebut lebih efektif pada sel khamir yang diaplikasikan bersamaan dengan atau 2 jam sebelum inokulasi inokulum spora pathogen. Efektifitas penghambatan pada buah segar lebih tinggi dibanding pada buah yang telah disimpan beberapa lama. Kenyataan tersebut mengisyaratkan bahwa isolat khamir H10 mempunyai potensi dapat dikembangkan menjadi agensia biologis yang bersifat protektif untuk pengendalian penyakit pasca panen buah apel yang disebabkan oleh M. piriformis.
Copyrights © 2009