Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknik PWK > EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA SEMARANG BAGIAN SELATAN

 

Full Text PDF (1,170 kb)
Jurnal Teknik PWK
Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 No 1 Tahun 2013
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA SEMARANG BAGIAN SELATAN
Article Info   ABSTRACT
Published date:
26 Dec 2012
 
Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan kaum urban untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan jumlah penduduk  yang cukup signifikan dan berpengaruh terhadap penggunaan lahan di pusat kota yang terbatas sehingga kawasan pinggiran seperti Kota Semarang bagian selatan menjadi pilihan untuk lokasi bermukim. Hal ini disebabkan adanya perguruan tinggi yang banyak mendatangkan penduduk dari luar Kota Semarang baik mahasiswa maupun pedagang serta fasilitas penunjang yang sudah lengkap. Selain itu, kawasan ini juga dilalui jalur utama Semarang, Yogyakarta dan Solo yang membuat kawasan ini semakin ramai karena akses yang mudah dijangkau. Tingkat kesesuaian lahan permukiman yang berkembang di wilayah studi menjadikan permasalahan yang menarik sebagai objek penelitian. Hal ini disebabkan perkembangan permukiman di wilayah studi mengalami peningkatan, yang pada tahun 1999 adalah lahan non permukiman berubah menjadi  lahan permukiman pada tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan permukiman di Kota Semarang bagian selatan. Dari hasil analisis dapat diketahui persentase kawasan untuk permukiman di Kota Semarang bagian selatan yang sangat sesuai seluas 3987,7 Ha (29,8%), sesuai 2265,5 Ha (16,9%), kurang sesuai 321,5 Ha (2,4%) dan tidak sesuai 6812,3 Ha (50,9%). Hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk permukiman eksisting (Tahun 2009) diketahui bahwa terdapat lahan permukiman yang berada pada kawasan lindung lokal seluas 293,6 Ha dan pada kawasan penyangga seluas 1735,5 Ha. Sedangkan hasil evaluasi yang ditinjau dari perubahan penggunaan lahan periode tahun 1999-2009 diketahui bahwa terdapat lahan permukiman yang berada di kawasan lindung lokal seluas 87,6 Ha dan di kawasan penyangga seluas 738,5 Ha. Oleh karena itu, perlu aturan yang tegas dalam hal permukiman terutama yang berada dikawasan tidak sesuai untuk permukiman.
Copyrights © 2012