Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Buletin Spirakel > PENGARUH MODIFIKASI IKLIM MIKRO DENGAN VEGETASI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT MALARIA

 

Full Text PDF (519 kb)
Buletin Spirakel
Edisi 2012
PENGARUH MODIFIKASI IKLIM MIKRO DENGAN VEGETASI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT MALARIA
Susanto, Arif ( Environmental Engineer, PT Freeport Indonesia, Papua)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
21 Nov 2012
 
Abstact This study aims to analyze the relationship of malaria cases, climatic factors and the effects of climate modifications through green open spaces in malaria preventions. The research method used is a causal-comparative to investigate possible causaI relationship of incidence malaria with green open space which affects the microclimate. The results showed that there are differences between the territory that has a green open space has a positive correlation value 0.637 with different test values (t-test) in 4.174 to the significance of 0.09 without a green open space. The study also concluded that the green open spaces are able to modify the micro and meso climate in order to break the chain of transmission which in turn can reduce morbidity of malaria in certain regions. Microclimate elements in this case are temperature, humidity, light intensity, and rainfall. Keywords: micro-climate, malaria, green open spaces. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kasus malaria dan faktor iklim serta pengaruh modifikasi iklim melalui ruang terbuka hijau dalam upaya pencegahan malaria. Metode penelitian yang digunakan yaitu kausal-komparatif dengan menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat insieden malaria dengan ruang terbuka hijau yang berpengaruh terhadap iklim mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara wilayah yang memiliki ruang terbuka hijau dengan wilayah yang tidak memiliki ruang terbuka hijau dengan memiliki nilai korelasi positif 0.637 dan nilai uji beda (t-test) 4.174 dengan nilai signifikansi 0.09. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ruang terbuka hijau mampu memodifikasi iklim mikro maupun meso agar dapat memutuskan mata rantai penularan yang pada gilirannya dapat menurunkan angka kesakitan malaria pada daerah tertentu. Elemen iklim mikro dalam hal ini adalah suhu, kelembapan, intensitas cahaya dan curah hujan. Katakunci : iklim mikro, malaria, ruang terbuka hijau. 
Copyrights © 2012