Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Buletin Penelitian Pelayanan Kesehatan > KELOMPOK SEBAYA (PEER GROUP) SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN INFORMASI KESEHATAN MASALAH SEKS BAGI REMAJA

 

Full Text PDF (1,105 kb)
Buletin Penelitian Pelayanan Kesehatan
Tahun 2 Nomor 3 April 1995
KELOMPOK SEBAYA (PEER GROUP) SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN INFORMASI KESEHATAN MASALAH SEKS BAGI REMAJA
Ajik, Suharti ( Puslitbang Pelayanan Kesehatan di Surabaya)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
26 Nov 2012
 
Abstract. Adolescents have sexual desire and are eager to get sexual experiences. Studies have shown that their peer groups are the leading source of sex information. Peer groups can provide strong and continous communication among adolescents. Therefore it is necessary to utilize peer groups as a media for accurate information regarding sex. The objective of this paper is to discuss about peer groups as potential media for sex information. Some implication for parents, teachers, other agencies and health services are discussed, particularly to prevent counter productive aspect of adolescent peer groups.Keywords: peer group; adolescent; sex information Abstrak. Remaja mempunyai dorongan seks yang kuat dan keinginan yang besar untuk mendapatkan pengalaman di bidang seksual. Beberapa studi menunjukkan bahwa kelompok sebaya merupakan sumber informasi seks terbanyak bagi remaja. Dalam kelompok sebaya, remaja dapat melakukan komunikasi secara intensif dan kontinyu. Oleh karena itu perlu memanfaatkan kelompok sebaya sebagai media penyampaian informasi masalah seks yang akurat. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk membahas kelompok sebaya sebagai media yang potensial mengenai informasi seks. Disamping itu juga membahas beberapa implikasi untuk para orang tua, guru-guru,lembaga pelayanan kesehatan dan lembaga lain, terutama untuk mencegah aspek negatif kelompok sebaya remaja.
Copyrights © 2012