Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan > DAMPAK FORTIFIKASI MIE INSTAN DENGAN VITAMIN A DAN ZAT BESI TERHADAP STATUS VITAMIN A DAN STATUS BESI ANAK BALITA

 

Full Text PDF (584 kb)
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan
JILID 18 (1995)
DAMPAK FORTIFIKASI MIE INSTAN DENGAN VITAMIN A DAN ZAT BESI TERHADAP STATUS VITAMIN A DAN STATUS BESI ANAK BALITA
Article Info   ABSTRACT
Published date:
23 Nov 2012
 
Telah dilakukan penelitian "Dampak Fortifikasi Mie Instan Dengan Vitamin A dan Zat Besi terhadap Status Vitamin A Anak Balita dan Ibu Hamil". Penelitian dilakukan di 5 desa wilayah Puskesmas Cijedil Kecamatan Cugenang dan 5 desa di wilayah kerja Puskesmas Kademangan Kecamatan Mande di Kabupaten Cianjur. Rancangan penelitian adalah "Kuasi Eksperimental". Subjek penelitian adalah anak balita berumur 1-5 tahun. Jumlah sampel adalah 199 anak balita. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mendapat mie instan yang telah difortifikasi dengan vitamin A sebesar 2500 IU dan zat besi 10 mg per 100 g. Sedangkan kelompok pembanding mendapatkan mie instan yang biasa dipasarkan mengandung vitamin A sebesar 1500 IU dan zat besi 3 mg/100 g. Pemberian mie instan berlangsung selama 14 minggu. Distribusi mie instan diselenggarakan di pos-pos pemasakan atau Posyandu dan dimakan di tempat. Hasil penelitian menunjukkan rataan berat mie yang dapat dihabiskan anak balita sebesar 30 gr, memberi sumbangan vitamin A sebesar 750 IU dan zat besi 3 mg pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok pembanding memberikan sumbangan vitamin A sebesar 450 IU dan zat besi sebesar 0.9 mg. Setelah intervensi berlangsung selama 14 minggu terjadi kenaikan vitamin A serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 3.3±0.435 ug/dl dan 1.0±0.369 ug/dl, ada perbedaan nyata kenaikan kadar vitamin A pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok pembanding (p<0.05). Terjadi penurunan jumlah anak balita dengan status vitamin A rendah dan kurang (ug/dl) pada kelompok perlakuan dari 44.9% (sebelum intervensi) menjadi 22.1% (sesudah intervensi). Sedangkan pada kelompok pembanding dari 43.1% menjadi 34.8%, perbedaan penurunan antara kelompok perlakuan dan pembanding tidak nyata (p>0.05). Rataan kadar Hb anak balita kelompok perlakuan mengalami kenaikan secara nyata (p<0.05) sebesar 0.31 g/dl (dari 11.3±1.05 g/dl menjadi 11.6±0.95 g/dl). Sedangkan pada kelompok pembanding terjadi sedikit penurunan rataan nilai Hb sebesar 0.10 g/dl. Kenaikan kadar Hb kelompok perlakuan dan pembanding terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05). Prevalensi anemia gizi anak balita pada kelompok perlakuan turun sebesar 10.9%, dan pada kelompok pembanding terjadi kenaikan sebesar 1.0%. namun demikian kenaikan dan penurunan tersebut tidak berbeda nyata. Terjadi kenaikan kadar feritin serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 1.8 ug/L dan 0.1 ug/L. Secara statistik perbedaan tersebut tidak nyata (p>0.05). Fortifikasi vitamin A dan zat besi pada mie instan dengan dosis 2500 IU dan 10 mg untuk anak balita mempunyai dampak positif terhadap kenaikan kadar Hb dan kadar vitamin A anak balita. Sedangkan terhadap prevalensi anemia dan cadangan zat besi belum tampak jelas. 
Copyrights © 2012